https://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/issue/feedJurnal Penelitian Inovatif2026-04-12T03:37:57+00:00JUPINjurnalidcom@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sains, Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis. <strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> dipublikasikan oleh CV Firmos dan terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2808-148X dan E-ISSN : 2808-1366 serta terdaftar di Crossref dengan Prefix DOI : 10.54082. <strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> terakreditasi <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11494" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5</strong></a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, Dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia <strong>Nomor 152/E/KPT/2023</strong> (<a href="https://jurnal-id.com/master/akreditasi/Sertifikat-JUPIN-Sinta5.pdf" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> dipublikasikan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Semua penerimaan naskah akan diproses secara <em>double blind review</em> oleh mitra bestari. Naskah dapat dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA </strong>maupun <strong>BAHASA INGGRIS. </strong></p> <p><img src="https://jurnal-id.com/master/images/FrontendJUPIN.jpg" /></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Penelitian Inovatif</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JUPIN</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>4 edisi setiap tahun (Februari, Mei, Agustus, dan November)</td> </tr> <tr> <td>Indexing</td> <td>:</td> <td>Sinta, Portal Garuda, Google Scholar, Dimensions, Crossref, ISJD, Moraref, OneSearch, Neliti </td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/jupin.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2808-148X</td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2808-1366</td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 500.000,00 </td> </tr> <tr> <td valign="top">Scope</td> <td valign="top">:</td> <td>Penelitian Multidisiplin : Ilmu Sains, Teknik, Pendidikan, Ilmu Sosial Humaniora, Bahasa/Linguistik, Kesehatan, serta Ekonomi dan Bisnis </td> </tr> </tbody> </table> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Jurnal Penelitian Inovatif (JUPIN)</strong> menerima artikel untuk hasil penelitian maupun <em>literature review</em> berbagai bidang ilmu diantaranya ilmu sains, pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer, dan kesehatan. </p> <p><img src="https://author.my.id/widget/sinta.php?id=11494" width="100%" /></p> <p><iframe style="border: 0;" src="https://author.my.id/widget/statistik.php?sinta=11494&gs=YcZpuaIAAAAJ&sc=2" name="statistik" width="100%" height="250px" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2808-1366&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>https://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2326Penguatan Kebijakan Hukum Koperasi Merah Putih dalam Menumbuhkan Ekonomi Masyarakat Desa yang Inklusif Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Lampung Selatan 2026-02-21T07:00:51+00:00Dauri Dauridauri170996@gmail.comEka Pratiwia@gmail.comMisgi Puji Astutia@gmail.com<p>Asta cita Presiden Republik Indonesia salah satunya adalah terkait dengan pangan dan ekonomi masyarakat. Ada 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh Indonesia, salah satunya di Provinsi Lampung khususnya di Kabupaten Lampung Selatan. Akan tetapi dalam pembangunan koperasi merah putih tersebut terdapat banyak hambatan seperti terjadinya ketidak pastian antara aturan pemerintah dan kearifan lokal masyarakat desa. Prinispnya koperasi merah putih ini dilaksanakan atas dasar nilai-nilai kearifan lokal dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa. Di tengah tantangan modernisasi ekonomi, sering kali terjadi diskoneksi antara aturan hukum positif dengan praktik sosial di pedesaan dan juga terhadap regulasi pemerintah yang ada belum di sesuaikan dengan regulasi yang ada di desa terkait hadirnya koperasi merah putih. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris, studi ini mengevaluasi sejauh mana kerangka hukum Koperasi Merah Putih mampu mengakomodasi tradisi gotong royong sebagai instrumen perlindungan hukum dan penguatan ekonomi. Penelitian ini di Kabupaten Lampung selatan dengan menggunakan sampel yaitu Desa Rejomulyo (Jati Agung), Desa Bumisari (Natar), Desa Sidomulyo, dan rencana di Desa Bumidaya (Palas) serta Marga Agung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi antara regulasi yang akuntabel dan kearifan lokal terbukti efektif menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, di mana partisipasi masyarakat meningkat dan risiko konflik horizontal berkurang. Koperasi Merah Putih berperan tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai lembaga penjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha mikro di desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai lokal ke dalam tata kelola formal koperasi adalah kunci utama dalam mewujudkan kemakmuran desa yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial sesuai amanat konstitusi.</p>2026-04-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dauri Dauri, Eka Pratiwi, Misgi Puji Astutihttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/1980Tinjauan Skoping Paparan Radon di Lingkungan Indoor dan Implikasinya terhadap Risiko Kesehatan Masyarakat2026-02-16T16:57:04+00:00Wisnu Wardana Widyatmokowisnu.wardana.widyatmoko-2022@fkm.unair.ac.idNaufal Aulia Bagas Putranaufalabp@gmail.comKusuma Ayu Galih Dwi Rahardjoa@a.comArya Indra Rabbania@a.comFarahiyah Nur Ramadhantya@a.comTata Auliya Intana@a.comDhanny Achmad Ardiansyah Putra Hermawana@a.comM. Ryan Ferdiansyaha@a.comRatna Dwi Pujia@a.comRatnaningtyas Wahyu Kusuma Wardania@a.comSudarmaji Sudarmajia@a.comM. Farid Dimjati Lusnoa@a.comKusuma Scorpio Lestaria@a.com<p>Radon merupakan gas radioaktif yang terjadi secara alami dan merupakan kontributor terbesar terhadap paparan radiasi ionisasi pada manusia. Paparan radon di dalam ruangan secara kronis dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama kanker paru-paru. Kondisi ventilasi, karakteristik geologis, dan variasi iklim mempengaruhi konsentrasi radon di dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait paparan radon di dalam ruangan, termasuk metode pemantauan, penilaian risiko, dan dampak kesehatan. Pendekatan tinjauan skoping digunakan melalui pencarian literatur di PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar. Artikel yang ditinjau adalah publikasi berbahasa Inggris dari tahun 2015–2025 yang membahas paparan radon di rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, atau tempat kerja. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif berdasarkan konsentrasi radon (Bq/m³), metode pengukuran, dan hasil kesehatan yang dilaporkan. Sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi. Konsentrasi radon di dalam ruangan berkisar antara 10 hingga 2166 Bq/m³. Sebagian besar nilai yang dilaporkan berada di bawah pedoman WHO (100 Bq/m³) dan tingkat referensi ICRP (300 Bq/m³), meskipun beberapa lokasi dengan ventilasi buruk dan kondisi geologis tertentu melebihi batas-batas tersebut. Paparan radon meningkatkan risiko kanker paru-paru global sebesar 3–14% dan juga terkait dengan gangguan pernapasan serta efek neurologis potensial pada anak-anak. Faktor utama meliputi ventilasi bangunan, usia konstruksi, kelembapan, dan karakteristik tanah. Secara ilmiah, kajian ini mengukuhkan radon sebagai indikator krusial kualitas udara indoor, sekaligus memberikan landasan empiris bagi perumusan kebijakan kesehatan lingkungan dan standar konstruksi nasional.</p>2026-04-08T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Wisnu Wardana Widyatmoko, Naufal Aulia Bagas Putra, Kusuma Ayu Galih Dwi Rahardjo, Arya Indra Rabbani, Farahiyah Nur Ramadhanty, Tata Auliya Intan, Dhanny Achmad Ardiansyah Putra Hermawan, M. Ryan Ferdiansyah, Ratna Dwi Puji, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani, Sudarmaji Sudarmaji, M. Farid Dimjati Lusno, Kusuma Scorpio Lestarihttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2359Implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Penataan Kawasan Pedagang Kaki Lima Di Kota Medan2026-03-23T02:28:02+00:00Sintya Triselpeni Sinagasintya.triselpeni@student.uhn.ac.idMarlan Hutahaeanmarlanhutahaean1965@gmail.comJohnson Pasaribujhonson.pasaribu@uhn.ac.id<p>Penelitian ini membahas implementasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 5 Tahun 2022 tentang penataan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Medan Metropolitan Trade Center (MMTC) Jalan William Iskandar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan aparat pemerintah, pedagang kaki lima, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah dilakukan melalui sosialisasi, pengawasan, dan penertiban, namun pelaksanaannya belum berjalan optimal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor komunikasi kebijakan, keterbatasan sumber daya, sikap pelaksana dan pedagang, serta struktur birokrasi dalam pelaksanaan kebijakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas penataan PKL di kawasan pasar.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sintya Triselpeni Sinaga, Marlan Hutahaean, Johnson Pasaribuhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2293Analisis Korelasional Antara Motivasi Belajar Dan Self-Regulated Learning Pada Siswa SMA Negeri di Kecamatan Samarinda Ulu2026-02-07T03:12:24+00:00Cucu Yulia Ningsihcyulianingsih2003@gmail.comKumaidi KumaidiKum538@umkt.ac.idRahayu Faridarf203@umkt.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan <em>self-regulated learning</em> (SRL) pada siswa SMA Negeri di Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 250 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>cluster random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui skala motivasi belajar dan skala <em>self-regulated learning</em> yang telah melalui proses validasi isi dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi <em>Pearson Product Moment</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara motivasi belajar dan <em>self-regulated learning</em> (r = 0,908; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa dengan motivasi belajar yang lebih tinggi cenderung memiliki kemampuan regulasi diri dalam belajar yang lebih baik. Secara deskriptif, mayoritas siswa menunjukkan tingkat motivasi belajar dan <em>self-regulated learning</em> pada kategori tinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa motivasi belajar merupakan faktor penting dalam pengembangan kemampuan belajar mandiri pada siswa sekolah menengah atas. Temuan ini memperkuat model teoretis yang mengaitkan konstruksi motivasional dengan <em>self-regulated learning</em> dalam konteks pendidikan menengah.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Cucu Yulia Ningsih, Kumaidi Kumaidi, Rahayu Faridahttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2386Pengaruh Rasio Fe(III)/Fe(II) terhadap Sifat Nanopartikel Magnetit dari Pasir Besi Alam melalui Metode Kopresipitasi2026-04-07T07:15:54+00:00Jihan Fatiajihanfatia209@gmail.comRidwan Yusuf Lubisa@a.comMiftahul Husnaha@a.com<p>Kebutuhan material magnetik berbasis sumber alam mendorong sintesis nanopartikel magnetit (Fe₃O₄) dari pasir besi. Kebutuhan akan material magnetik berbasis sumber alam yang efisien dan bernilai tambah tinggi mendorong penelitian terhadap sintesis nanopartikel magnetit dari pasir besi. Magnetit (Fe₃O₄) merupakan material yang banyak diaplikasikan dalam bidang katalis, biomedis, dan pemisahan magnetik karena sifat superparamagnetik, kestabilan kimia, serta biokompatibilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio Fe(III)/Fe(II) terhadap karakteristik nanopartikel magnetit yang disintesis dari pasir besi alam melalui metode kopresipitasi. Variasi rasio yang digunakan meliputi 1:1, 1:2, 2:1, dan 1:3 (v/v), diikuti proses pengeringan pada 200 °C selama 1 jam. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRF, XRD, SEM, dan UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir besi memiliki kandungan Fe yang tinggi sehingga potensial sebagai bahan baku. Variasi rasio Fe(III)/Fe(II) terbukti memengaruhi struktur kristal, ukuran kristalit, dan morfologi partikel, dengan rasio 2:1 menghasilkan karakteristik terbaik berupa struktur spinel kubik dan ukuran kristalit paling kecil. Selain itu, nanopartikel menunjukkan morfologi relatif bulat dan sifat optik yang khas pada rentang UV. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sintesis nanopartikel magnetit berbasis sumber daya alam melalui optimasi rasio prekursor untuk memperoleh karakteristik material yang lebih baik.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jihan Fatia, Ridwan Yusuf Lubis, Miftahul Husnahhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/1783Analisis Media sebagai Metode Promosi Kesehatan pada Remaja dalam Upaya Mencegah Stunting: Tinjauan Literatur Sistematis2025-08-04T09:01:08+00:00Yoga Lau Sanjungyogalausanjung54@gmail.comSitti Nur Djannaha@a.comRochana Ruliyandaria@a.com<p>Stunting masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta risiko morbiditas dan mortalitas anak. Pencegahan stunting perlu dimulai sejak remaja sebagai fase pra-konsepsi, sehingga diperlukan strategi promosi kesehatan yang efektif dan sesuai karakteristik sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas berbagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman remaja terkait pencegahan stunting. Studi ini menggunakan metode tinjauan sistematis dengan pendekatan scoping review sesuai rekomendasi PRISMA. Artikel dipilih melalui penelusuran Google Scholar pada rentang tahun 2019–2022 menggunakan kata kunci promosi kesehatan, media, konseling, dan stunting. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang relevan dengan fokus penelitian, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis media dan efektivitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa media promosi yang digunakan meliputi brosur, poster, leaflet, flipchart, video, serta media sosial seperti WhatsApp. Media audiovisual terbukti lebih efektif dibandingkan media cetak karena mampu melibatkan lebih dari satu indera, meningkatkan daya tarik, retensi informasi, serta pemahaman responden. Media berbasis video dan konten digital juga lebih mudah diterima oleh remaja karena sesuai dengan kebiasaan konsumsi informasi mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa media audiovisual lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang stunting, dan memberikan kontribusi strategis dalam merancang intervensi edukatif berbasis media di masa depan.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yoga Lau Sanjung, Sitti Nur Djannah, Rochana Ruliyandarihttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2357Analisis Komparatif Implementasi Good Governance di Indonesia dan Singapura Berbasis Worldwide Governance Indicators2026-03-28T06:11:38+00:00Ihsan Hidayatullahihsanhidayatullah28@gmail.comTeuku Muhammad Rafli Pangeranpoponphone@gmail.comVianca Naila Chandraviancachandra17@gmail.comNurul Kamalynurulkamaly@usk.ac.id<p>Tata kelola pemerintahan (<em>good governance</em>) merupakan prasyarat utama pembangunan berkelanjutan. Indonesia dan Singapura menunjukkan kontras signifikan dalam kualitas tata kelola, dengan kesenjangan yang tidak menunjukkan tanda penyempitan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif implementasi good governance di kedua negara menggunakan kerangka <em>Worldwide Governance Indicators</em> (WGI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dengan teknik analisis dokumen. Literatur dipilih secara selektif dari artikel ilmiah, laporan lembaga internasional, dan dokumen resmi lima tahun terakhir, serta didukung data WGI World Bank periode 2021-2024 untuk menangkap tren pasca-pandemi. Analisis dilakukan melalui komparasi deskriptif-analitik terhadap enam dimensi WGI. Hasil menunjukkan bahwa Singapura secara konsisten unggul pada seluruh dimensi dengan selisih 1,5-2,7 poin, sementara Indonesia mengalami penurunan pada empat dari enam dimensi, terutama pada kualitas regulasi dan pengendalian korupsi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesenjangan tata kelola cenderung melebar, dipengaruhi oleh faktor struktural seperti pelemahan kelembagaan antikorupsi, fragmentasi regulasi, dan menurunnya akuntabilitas publik. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyediaan analisis komparatif yang terintegrasi berbasis WGI, yang masih terbatas dalam studi sebelumnya, sehingga memberikan kerangka evaluasi tata kelola yang lebih sistematis dan berbasis indikator global. Temuan ini menegaskan pentingnya reformasi tata kelola yang terkoordinasi sebagai prasyarat perbaikan tata kelola yang berkelanjutan dan konsisten.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ihsan Hidayatullah, Teuku Muhammad Rafli Pangeran, Vianca Naila Chandra, Nurul Kamalyhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2278Pengaruh Brand Image dan Brand Ambassador terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare MS Glow pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Nusa Cendana: Pendekatan Kuantitatif2026-03-13T07:45:56+00:00Anggini Manafeangginimanafe0510@gmail.comMarkus U.K Yewangyewangmarkus01@undana.ac.idFernando Saragihfernando.saragih@staf.undana.ac.id<p>Penurunan penjualan produk MS Glow secara nasional dan regional menjadi latar belakang penelitian ini. Menyelidiki sejauh mana reputasi MS Glow dan duta mereknya mempengaruhi pembelian produk oleh mahasiswa jurusan ekonomi di Universitas Nusa Cendana menjadi tujuan utama penelitian ini. Metodologi kuantitatif berbasis survei digunakan dalam penelitian ini. Dengan menggunakan rumus Slovin dan metode <em>proportionate stratified random sampling</em>, 215 mahasiswa dipilih untuk berpartisipasi dalam studi ini dari total 467 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>brand image </em>berpengaruh secara positif (thitung 0,958< ttabel 1,971) dan tidak signifikan (0,339>0,05). Selain itu, <em>brand ambassador </em>juga berpengaruh secara positif (thitung 5,997>ttabel 1,971) dan signifikan (0,000<0,05). Dampak gabungan kedua faktor ini terhadap kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian secara statistik signifikan (Fcount = 18,483, > Ftable = 3,10). Dengan nilai R² sebesar 0.526, citra merek dan duta merek menjelaskan 52,6% variasi dalam pilihan pembelian, sementara variabel lain menjelaskan variasi sisanya. Penelitian ini memperkuat teori bahwa faktor komunikasi pemasaran seperti <em>brand ambassador</em> dapat menjadi determinan utama dalam keputusan pembelian, khususnya pada segmen mahasiswa. Namun, citra merek saja belum tentu cukup kuat memengaruhi keputusan jika tidak didukung strategi promosi yang efektif.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Anggini Manafe, Markus U.K Yewang, Fernando Saragihhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2380Pengaruh Kompetensi Guru Terhadap Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas VIII di SMPN 13 Kupang 2026-04-01T13:14:04+00:00Oktaviani Anggrenitaoanggrenita@gmail.comYeheskial Nggandungyehsfkipundana@gmail.comTirtania Saseatirtania_sasea@staf.undana.ac.id<p>Rendahnya hasil belajar siswa merupakan masalah besar dalam dunia pendidikan, yang juga terjadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kupang. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam proses pembelajaran yang diduga berkaitan dengan kompetensi guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII, sedangkan sampel penelitian berjumlah 63 siswa dipilihnya memakai teknik <em>purposive sampling</em>. Data penelitian diperoeh dengan menyebarkan angket yang meliputi 31 pernyataan serta telah melalui proses pengujian validitas dan reliabilitas. Analisa data menggunakan teknik regresi linier berganda. Temuan pengujian secara parsial (uji t) memperlihatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa. Sebaliknya, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Selanjutnya, berdasarkan hasil uji simultan (uji F), seluruh variable kompetensi guru secara bersamaan terbukti berpengaruh positif signifikan pada hasil belajar siswa. Nilainya R² yang diperoleh yakni 0,750 mengindikasikan mayoritas variasi hasil belajar siswa, yaitu sebesar 75%, dipengaruhi oleh kompetensi guru, sementara sisa dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji pada studi ini. Berlandaskan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian dan profesional merupakan faktor yang paling berperan pada peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi sebagai dasar dalam upaya untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru gunamenciptakan proses pembelajaran yang lebih efisien dan meningkatkan hasil belajar siswa.</p>2026-04-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Oktaviani Anggrenita, Yeheskial Nggandung, Tirtania Saseahttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2348Analisis Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi 2026-03-10T01:42:57+00:00Meilinda Andreaniandreanimeilinda@gmail.comDini Rudinia@a.comYuliana Yulianaa@a.comAndi Subandia@a.comYulia Indah Permata Saria@a.com<p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, gangguan ginjal, bahkan kematian. Salah satu faktor yang memengaruhi tekanan darah adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang rendah menyebabkan peningkatan kerja jantung dan resistensi pembuluh darah sehingga tekanan darah cenderung meningkat, sedangkan aktivitas fisik yang rutin berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian adalah penderita hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan <em>accidental sampling</em> dengan jumlah sampel sebanyak 98 responden. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner <em>Global Physical Activity Questionnaire</em> (GPAQ), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p < 0,001). Terdapat hubungan bermakna dimana semakin tinggi aktivitas fisik maka semakin rendah tekanan darah. Disarankan penderita hipertensi untuk rutin melakukan aktivitas fisik dan melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala untuk membantu mengontrol tekanan darah.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Meilinda Andreani, Dini Rudini, Yuliana Yuliana, Andi Subandi, Yulia Indah Permata Sarihttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2191Persepsi Mahasiswa Farmasi Semester I terhadap Transisi Pembelajaran dari SMA ke Perguruan Tinggi di Universitas Muhammadiyah Purwokerto2026-01-20T04:27:42+00:00Dinda Permatasaripermatadindaa01@gmail.comSalwa Mariyah Afaafsalwampaf12@gmail.comSanda Hidayahsandahidayah1@gmail.com<p>Transisi dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) ke perguruan tinggi merupakan fase krusial menuntut reorientasi akademik signifikan, terutama pada program studi dengan beban kerja teknis yang tinggi seperti Farmasi. Ketidaksiapan dalam menghadapi diskrepansi sistem pembelajaran dapat memicu tekanan emosional dan penurunan performa akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi persepse mahasiswa Farmasi semester I terhadap perubahan pola pembelajaran, volume, tugas, dan tuntutan otonomi belajar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, penelitian ini melibatkan 24 mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melelui statistik deskriptif. Hasilnya menunjukkan adanya kesadaran kritis mahasiswa terhadap perbedaan gaya mengajar dosen (mean = 4,46), namun manajemen waktu tetap menjadi hambatan adaptasi yang paling signifikan (mean= 3,50). Meskipun demikian, sebagian besar mahasiswa menunjukkan resiliensi akademik dengan persepsi adaptasi yang cenderung positif. Keberhasilan transisi mahasiswa tidak hanya bergantung pada kematangan pribadi, tetapi memerlukan intervensi institusional yang sistematis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan program pendampingan akademik dan dosen wali untuk mengoptimalkan intergrasi mahasiswa baru dalam sistem Pendidikan tinggi.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dinda Permatasari, Salwa Mariyah Afaaf, Sanda Hidayahhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2364Peranan Dinas Pendidikan Dalam Pengawasan Program Makanan Bergizi Gratis Di Sekolah Dasar Negeri Kota Pematang Siantar2026-03-27T02:45:02+00:00Selvi Elvrida Samosirselvi.elvrida@student.uhn.ac.idMaringan Panjaitanmaringan.panjaitan@uhn.ac.idJonson Rajagukgukjonson.rajagukguk@uhn.ac.id<p>Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan serta mengungkap berbagai masalah penelitian yaitu, bagaimana Peranan Dinas Pendidikan dalam melakukan pengawasan Makan Bergizi Gratis di pematang siantar dan sudah sejauh mana penyaluran MBG di sekolah yang ada di Pematang Siantar. beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan sumber informasi dari informan yang dianggap relevan seprti kepala dinas pendidikan, anak sekolah sebagai sasaran MBG dan masyarakat sebagai pelaksanan dan orang tua Murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kebijakan Makan Bergizi Gratis telah dilaksanakan sejak awal tahun 2025. Faktor pendukungnya adalah 1) kebijakan pemerintah, 2) kebijakan satuan Pendidikan, Faktor penghambat antara lain, keterlambatan distribusi makanan dari dapur penyedia makanan menuju sekolah, serta keterbatasan fasilitas pendukung di sekolah seperti tempat penyimpanan makanan dan alat makan bagi siswa. Pelaksanaan program MBG di Kota Pematangsiantar juga masih belum merata karena belum seluruh sekolah dapat menerima manfaat dari program tersebut. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang telah beroperasi serta proses pembangunan fasilitas pendukung yang masih berlangsung.Berdasarkan hasil penelitian, maka rekomendasi yang diberikan bahwa Dinas Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah penerima manfaat. Pihak sekolah diharapkan dapat terus mendukung pelaksanaan program MBG dengan mengelola proses pembagian makanan secara tertib dan terorganisir. Penyedia makanan diharapkan dapat meningkatkan ketepatan waktu dalam proses pendistribusian makanan ke sekolah serta memastikan bahwa makanan yang diberikan kepada siswa telah memenuhi standar gizi dan keamanan pangan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.</p>2026-04-02T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Delvi Elvrida Samosir, Maringan Panjaitan, Jonson Rajagukgukhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2340Atmosfer dan Nostalgia dalam Ruang Pasar Bekas: Kajian Fenomenologi Budaya Terhadap Pengalaman Pengunjung Pasar Klitikan Yogyakarta2026-03-10T03:12:10+00:00Aninditya Ardhana Riswarianindityaar@isi-ska.ac.idFebrian Putraa@gmail.com<p>Meningkatnya ketertarikan masyarakat urban terhadap pasar bekas menunjukkan bahwa ruang-ruang ini tidak lagi dipahami semata sebagai arena transaksi ekonomi, melainkan sebagai ruang pengalaman kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman fenomenologis pengunjung Pasar Klitikan Yogyakarta, menganalisis bagaimana atmosfer pasar dan objek-objek bekas membentuk pengalaman nostalgia, serta memahami pasar bekas sebagai ruang budaya urban alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologi budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap pengunjung dan pedagang, serta dokumentasi terbatas. Analisis data dilakukan secara interpretatif melalui tahapan reduksi data, pengkodean, kategorisasi tema, dan penafsiran makna pengalaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa atmosfer pasar terbentuk melalui intensitas sensori, kepadatan ruang, dan interaksi sosial spontan yang menghasilkan pengalaman afektif khas. Objek-objek bekas berfungsi sebagai pemicu nostalgia dengan mengaktifkan ingatan personal dan kolektif melalui relasi tubuh, benda, dan ruang. Selain itu, praktik “melihat tanpa membeli” muncul sebagai praktik kultural yang didorong oleh rasa ingin tahu, pencarian narasi, serta kebutuhan sensori dan afektif.Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pasar Klitikan Yogyakarta merupakan ruang atmosfer dan nostalgia yang berperan penting dalam lanskap budaya urban. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kajian fenomenologi budaya dan studi budaya urban dengan menempatkan pasar bekas sebagai ruang produksi afeksi dan memori dalam kehidupan kota kontemporer.</p>2026-04-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aninditya Ardhana Riswari, Febrian Putrahttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2141Pengembangan dan Uji Kelayakan Buku Panduan Pengoperasian Alat Four Point Probe Berbasis Model ADDIE untuk Karakterisasi Sifat Kelistrikan Material2026-02-04T03:53:11+00:00Rodhotul Muttaqinmuttaqinfisika@mail.unnes.ac.idHeru Saputraherusaputra6@gmail.comUpik Nurbaitiupik_nurbaiti@mail.unnes.ac.idNatalia Erna Setyaningsihnataliaerna@mail.unnes.ac.idDanang Subarkah Hadikawuryandanangsh@mail.unnes.ac.id<p><em>Four Point Probe</em> (FPP) merupakan alat karakterisasi sifat kelistrikan material yang digunakan di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang (UNNES). Penggunaan FPP belum didukung oleh buku panduan pengoperasian yang sistematis, sehingga mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami prinsip kerja dan prosedur pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku panduan pengoperasian alat <em>Four Point Probe</em> berbasis model ADDIE yang praktis, informatif, dan mudah dipahami. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (<em>Research and Development</em>) yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 86% mahasiswa memerlukan panduan pengoperasian FPP. Uji validitas oleh ahli materi, bahasa, dan media memperoleh skor rata-rata 79 dengan kategori valid, sedangkan uji kelayakan oleh mahasiswa memperoleh skor rata-rata 75 dengan kategori layak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa buku panduan yang dikembangkan memenuhi standar kualitas isi dan penyajian serta memiliki tingkat keberterimaan yang baik di kalangan mahasiswa. Pengembangan buku panduan pengoperasian FPP diharapkan dapat mendukung pembelajaran dan penelitian dalam bidang karakterisasi material khususnya film tipis.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rodhotul Muttaqin, Heru Saputra, Upik Nurbaiti, Natalia Erna Setyaningsih, Danang Subarkah Hadikawuryanhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2360Implementasi Pelaksanaan Program Keluarga Harapan Dalam Pendistribusian Bantuan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga2026-03-23T02:29:41+00:00Gita Refika Nainggolangita.refika@student.uhn.ac.idJohnson Pasaribujhonson.pasaribu@uhn.ac.idMaringan Panjaitanmaringan.panjaitan@uhn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi distribusi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengidentifikasi kendala yang terjadi dalam proses pelaksanaannya di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pendamping PKH sebagai informan kunci, masyarakat penerima bantuan sebagai informan utama, serta aparatur desa sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi distribusi bantuan PKH telah berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah, yaitu melalui proses pendataan, verifikasi data penerima, serta penyaluran bantuan secara bertahap melalui sistem perbankan. Bantuan yang diberikan dinilai mampu membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, seperti ketidaktepatan sasaran penerima bantuan, kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai mekanisme program, serta keterbatasan informasi terkait proses distribusi bantuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi distribusi Program Keluarga Harapan memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, diperlukan perbaikan dalam proses pendataan penerima manfaat, peningkatan sosialisasi program kepada masyarakat, serta pengawasan yang lebih optimal agar distribusi bantuan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Gita Refika Nainggolan, Johnson Pasaribu, Maringan Panjaitanhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2294Perancangan Visual Branding Dan Strategi Komunikasi Pada Pusat Olahraga The Green Center Medan2026-03-04T07:53:46+00:00Luis Dillonluwisjrd@gmail.comRizkika Utamirizkikautami@unprimdn.ac.idShaid Muhammad Arviansyahshaid_muhammad@unprimdn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang visual branding dan strategi komunikasi yang efektif bagi The Green Center Driving Range di Kota Medan guna membangun identitas merek yang kuat, relevan, dan memiliki pembeda di Tengah persaingan industri hiburan dan olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap kondisi visual branding eksisting, persepsi audiens sasaran, serta visi dan arah bisnis pengelola. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pihak internal dan eksternal, studi dokumentasi, serta studi Pustaka. Melalui analisis SWOT, diketahui bahwa The Green Center memiliki kekuatan pada fasilitas, lokasi strategis, dan relevansi brand dengan olahraga golf, namun masih menghadapi kelemahan pada konsistensi visual dan komunikasi merek. Peluang muncul dari tren gaya hidup sehat, perkembangan media digital, serta potensi kolaborasi komunitas, sementara ancaman berasal dari persaingan industri dari perubahan preferensi audiens. Analisis persepsi audiens menunjukkan pergeseran pandangan driving range sebagai ruang rekreasi dan sosial, sehingga dibutuhkan pendekatan visual branding yang modern, eksklusif, dan berbasis pengalaman. Berdasarkan hasil analisis tersebut, The Green Center diposisikan sebagai <em>Urban Golf & Lifestyle Destination </em>dengan nilai inti modern & progressive, exclusive experience, social & fun, serta healthy lifestyle. Konsep visual branding pendukung diwujudkan melalui perancangan berbagai media komunikasi seperti spanduk, stiker, poster, menu, QR code, kartu parkir, dan kertas alas makanan yang dirancang secara konsisten untuk memperkuat brand awareness, membangun brand experience, serta meningkatkan daya saing The Green Center di pasar Kota Medan.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Luis Dillon, Rizkika Utami, Shaid Muhammad Arviansyahhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2387Evaluasi Program Pemberdayaan Koperasi untuk Meningkatkan Koperasi Sehat di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian Dan Perdagangan Kota Serang (Studi Evaluasi Model Cipp)2026-04-07T14:14:33+00:00Sindi Julia Anggraenisindiagn01@gmail.comHasuri Wasehhasuri@untirta.ac.idIma Maisarohima.maisaroh@untirta.ac.id<p>Program pemberdayaan koperasi merupakan upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang dalam meningkatkan kesehatan koperasi agar mampu berfungsi secara optimal sebagai lembaga ekonomi masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Serang karena berdasarkan data perkembangan koperasi masih menunjukkan tingginya jumlah koperasi tidak aktif dan koperasi tidak sehat di Kota Serang. Penelitian ini berfokus untuk menilai efekivitas program menggunakan model evaluasi CIPP (context evaluation, input evaluation, process eveluation, product evaluation) dari stufflebeam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan koperasi belum berjalan optimal yang sebabkan oleh berbagai permasalahan seperti keterbatasan sumber daya manusia sebagai pendamping, anggaran yang terbatas, dan jadwal pelaksanaan yang masih bersifat tentatif. Kesimpulannya, program pemberdayaan koperasi berperan penting dalam peningkatan kesehatan koperasi, namun perlu perbaikan dalam konsistensi pelaksanaan program, optimalisasi pendanaan, serta penguatan pendampingan agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sindi Julia Anggraeni, Hasuri Waseh, Ima Maisarohhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/1962Analisis Tingkat Penerapan Konsep Green City di Taman Indonesia Kaya Semarang2026-02-04T03:51:12+00:00Andarina Aji Pamurtiandarina@usm.ac.idWahjoerini Wahjoeriniwahjoerini@usm.ac.id<p>Pertumbuhan penduduk dan permasalahan kota yang meningkat diperlukan konsep <em>green city</em> untukmencapai keberlanjutan lingkungan. Penerapan g<em>reen city</em> dapat diterapkan dengan penataan suatu ruang terbuka hijau kota. Taman Indonesia Kaya merupakan taman di pusat Kota Semarang yang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Dengan pemanfaatan ruang yang baik di Taman Indonesia Kaya, maka diperlukan konsep perancangan <em>green city</em> untuk mencapai keberkelanjutan taman serta lingkungan di sekitar taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar konsep <em>green city</em> telah diterapkan di Taman Indonesia Kaya. Penerapan konsep <em>green city</em> di Taman Indonesia Kaya yaitu sebesar 82,8 %. Dimana ketersediaan vegetasi, fasilitas sosial dan budaya, energi terbarukan, pengelolaan sampah serta komunitas hijau sudah memenuhi konsep <em>green city</em>. Sedangkan fasilitas ekonomi, fasilitas penunjang, pengelolaan air dan transportasi ramah lingkungan belum seluruhnya memenuhi konsep <em>green city</em>.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andarina Aji Pamurti, Wahjoerini Wahjoerinihttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2358Analisis Implementasi Perda Tentang Kawasan Tanpa Rokok Pada Masyarakat Di Rumah Sakit Umum Daerah Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau2026-03-23T02:25:30+00:00Mer Yam Andani Simare Maresimaremaremeryamandani@gmail.comVera A.R. Pasaribuvera.pasaribu@uhn.ac.idMaringan Panjaitanmaringan.panjaitan@uhn.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Implementasi Perda No 13 Tahun 2018 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada Masyarakat Di Rumah Sakit Umum Daerah Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi kemudian diolah menjadi bentuk narasi. Informan dalam penelitian ini ada informan kunci yaitu Petugas Promosi Kesehatan Rumah Sakit Kabupaten Siak, Informan Utama yaitu Masyarakat. Hasil data dianalisis dengan mengelola, mempersiapkan data mengurutkan, membuat koding, diinpretasikan kemudian disimpulkan. Hasil penelitian melalui berbagai upaya seperti pemasangan rambu-rambu larangan merokok, sosialisasi kepada masyarakat, serta pengawasan oleh pihak rumah sakit. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala, di antaranya rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kawasan tanpa rokok, Oleh karena itu, peningkatan sosialisasi, pengawasan yang lebih tegas, serta kerja sama antara pihak rumah sakit, pemerintah daerah, dan masyarakat agar implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok dapat berjalan secara efektif.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mer Yam Andani Simare Mare, Vera A.R. Pasaribu, Maringan Panjaitanhttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2284Dukungan Keluarga Terhadap Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Pada Pasien Pasca Stroke2026-03-15T01:47:45+00:00Syafaatul Chasanahsyafaatul2208@gmail.comNurilla Kholidahnurillakholidah@umm.ac.idNur Melizzaa@a.comNur Lailatul Masruroha@a.comAnggraini Dwi Kurniaa@a.comYoyok Bekti Prasetyoa@a.com<p>Stroke merupakan gangguan fungsi neurologis akut akibat hambatan aliran darah ke otak yang dapat menurunkan kemampuan <em>Activity of Daily Living </em>(ADL) sehingga pasien mengalami ketergantungan dalam aktivitas sehari- hari. Kondisi ini menyebabkan pasien pasca stroke memerlukan dukungan keluarga sebagai bagian penting dalam proses pemulihan dan peningkatan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran dukungan keluarga terhadap kemandirian ADL pada pasien pasca stroke dengan pendekatan kualitatif. Penelitian menggunakan desain studi kasus yang berfokus pada pengkajian mendalam terhadap satu pasien pasca stroke yang menjalani perawatan di rumah. Partisipan terdiri atas satu pasien dan dua anggota keluarga sebagai pemberi perawatan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan menerapkan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil analisis mengidentifikasi empat tema utama, yaitu dukungan informasional, dukungan emosional, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan yang diberikan keluarga selama proses perawatan. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga berperan signifikan dalam meningkatkan kemandirian pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Semakin optimal dukungan yang diberikan, baik dalam bentuk motivasi, bantuan fisik, pemberian informasi, maupun apresiasi, semakin besar peluang pasien pasca stroke untuk mencapai kemandirian secara fisik dan emosional dalam menjalani aktivitas sehari-hari.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Syafaatul Chasanah, Nurilla Kholidah, Nur Melizza, Nur Lailatul Masruroh, Anggraini Dwi Kurnia, Yoyok Bekti Prasetyohttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2382Deteksi Transisi Fase Memori pada Saham PT. Adaro Energy Indonesia Tbk. Menggunakan Split-Window Hurst Exponent2026-04-05T16:49:18+00:00Rizty Badririztymaulida@unimed.ac.idHadijah HadijahHadijah@unimed.ac.idMuhammad HafizHafiz@unimed.ac.idIra Safitriira.safitri@sd.itera.ac.id<p>Fluktuasi harga saham sektor energi merupakan sistem kompleks non-linear yang seringkali tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh teori <em>Random Walk</em> klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik memori pasar dan mendeteksi fenomena transisi fase pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menggunakan pendekatan Ekonofisika. Data <em>time series</em> harga penutupan harian diolah menggunakan metode <em>Rescaled Range (R/S) Analysis</em> yang dimodifikasi dengan algoritma <em>Split-Window Hurst Exponent</em> untuk menangkap dinamika pada skala waktu yang berbeda. Hasil simulasi komputasi menunjukkan adanya ketidaklinieran pada plot log-log (R/S), yang mengindikasikan keberadaan titik <em>crossover</em> pada <em>time lag</em> hari. Analisis tersegmentasi mengungkapkan dua rezim dinamis yang berbeda: (1) Rezim jangka pendek ( < 20 hari) yang memiliki sifat persistensi kuat dengan nilai Hurst = 0.64 , dan (2) Rezim jangka panjang ( > 20 hari) yang mengalami transisi menuju gerak stokastik acak dengan = 0.488. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa pasar saham energi memiliki "memori" tren yang hanya bertahan efektif selama satu bulan perdagangan (sekitar 20 hari kerja) sebelum kembali ke kondisi ekuilibrium efisien. Metode deteksi <em>crossover</em> ini terbukti lebih akurat dalam memetakan efisiensi pasar dibandingkan estimasi Hurst tunggal konvensional, karena metode ini mampu mengungkap perubahan perilaku memori pasar yang tersembunyi pada skala waktu yang spesifik.</p>2026-04-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rizty Badri, Hadijah Hadijah, Muhammad Hafiz, Ira Safitrihttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2353Analisis Efektivitas Penerapan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 Dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima 2026-03-23T02:33:15+00:00Monika Br Deparia@a.comMaringan Panjaitana@a.comNatalia Sihombingnatalia.sihombing@uhn.ac.id<p>Penelitian ini membahas Efektivitas Penerapan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 dalam penertiban pedagang kaki lima di kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Penelitian ini berfokus pada bagaimana efektivitas implementasi kebijakan tersebut serta hambatan yang ada dalam pelaksanaanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas penerapan peraturan daerah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori Wililiam J. Duncan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari apparat Satuan Polisi Pamong Praja dan Pedagang Kaki Lima. Analisis data di lakukan secara sistematis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tergolong cukup efektif dalam menciptakan ketertiban ruang publik secara administratif dan strukrural. Penertiban mampu mengurangi aktivitas pedagang kaki lima di lokasi terlarang serta meningkatkan keteraturan lingkungan. Namun, efektivitas tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih di temukan pelanggaran yang berulang yang di pengaruhi oleh faktor sosial ekonomi dan pengawasan berkelanjutan.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Monika Br Depari, Maringan Panjaitan, Natalia Sihombinghttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2207A Mini-Review on Plasma Technology for Hydrogen Productions towards the Transition of Net-Zero Economy from Biomass: The Key Operating Parameters2026-01-18T04:42:15+00:00Raynard Christianson Sanitoraynard_christian@yahoo.com<p class="Abstrak"><span lang="IN" style="color: black;">During the last decades, the interest on the transition to net-zero economy, focusing on hydrogen (H<sub>2</sub>) energy, has emerged in an atmospheric-pressure microwave plasma reactor for converting biomass. Unfortunately, the obstacle of microwave plasma is the high energy consumption and proper selection of carrier gases. Thus, a better insight associated with microwave power set up is not only the main key to tackle these issues, but also is one of the primary factors to driving plasma technology forward. This mini-review paper identifies carrier gases, microwave power, flow rate and various issues as the most important points to produce high concentration of H<sub>2</sub> as the possible gas in plasma technology systems. Also, it gives an insight about the conversion route of biomass to obtain the H<sub>2</sub> and supporting the transition of net-zero economy. Economic issues are the main issues to implement the large-scale reactors, especially in energy consumption and carrier gases selection. Therefore, better understanding on operational parameters are required to develop the proper treatment to generate H<sub>2</sub>.</span></p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Raynard Christianson Sanitohttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2377Efektivitas Model Pembelajaran Improve Berbantuan Nearpod dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP2026-04-12T03:37:57+00:00Ni Made Nita SudewiNitasudewi07@gmail.comNi Nyoman Parwatia@gmail.comI Made Sugiartaa@gmail.com<p>Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki siswa, namun masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh penerapan pembelajaran yang cenderung monoton, kurang memberikan ruang diskusi, serta minimnya pertanyaan yang mendorong refleksi proses berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model IMPROVE berbantuan media <em>Nearpod</em> terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (<em>quasi experiment</em>) dengan desain <em>post-test only control group</em>. Populasi penelitian terdiri atas 418 siswa dari 11 kelas, dengan sampel dua kelas yang ditentukan melalui teknik <em>cluster random sampling</em>. Kelas VII 6 sebanyak 37 siswa sebagai kelas eksperimen diberikan pembelajaran model IMPROVE berbantuan <em>Nearpod</em>, sedangkan kelas VII 7 sebanyak 39 siswa sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran kooperatif. Data kemampuan komunikasi matematis dikumpulkan melalui tes uraian dan dianalisis menggunakan uji <em>independent sample t-test</em> pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor <em>post-test </em>kelas eksperimen sebesar 80,70 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 65,46. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa model IMPROVE berbantuan <em>Nearpod</em> berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.</p>2026-04-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ni Made Nita Sudewi, Ni Nyoman Parwati, I Made Sugiartahttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2344Analisis Prosedur CT Scan Whole Abdomen Kontras pada Kasus Abses Hepar: Studi Kasus di Instalasi Radiologi RS X2026-04-02T13:37:46+00:00Dinda Aulia Zhafirafiradinda480@gmail.comKhairil Anwarkhairil.anwar@poltekkesjkt2.ac.idNursama Heru Apriantoronursamaheru@poltekkesjkt2.ac.id<p class="Abstrak"><span lang="IN">Abses hepar merupakan infeksi parenkim hati yang memerlukan diagnosis cepat untuk mencegah komplikasi fatal. CT Scan abdomen dengan media kontras menjadi modalitas utama untuk mengevaluasi karakteristik lesi secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur dan efektivitas teknik CT Scan <em>whole abdomen</em> dengan media kontras dalam memvisualisasikan abses hepar di RS X. Jenis penelitian ini adalah <em>descriptive observational case study</em> pada seorang pasien pria berusia 48 tahun dengan dugaan abses hepar. Pemeriksaan dilakukan menggunakan pesawat CT Scan 32-slice (120 kV, 215 mAs) dengan pemberian media kontras intravena Iohexol 100 ml dan protokol kontras oral bertahap. Hasil pemeriksaan menunjukkan dua lesi hipodens pada segmen 2-3 (5,0 x 5,3 x 5,6 cm) dan segmen 4 (5,1 x 4,6 x 5,0 cm) dengan nilai densitas 8-24 HU. Munculnya fenomena <em>rim enhancement</em> pasca-injeksi kontras memberikan batas yang tegas antara jaringan nekrotik abses dengan parenkim hati yang sehat. Teknik CT Scan abdomen kontras di RS X terbukti efektif memberikan informasi diagnostik yang komprehensif mengenai lokasi, ukuran, dan vaskularisasi lesi. Hal ini memberikan kontribusi krusial bagi klinisi dalam menentukan strategi drainase atau terapi antibiotik yang tepat bagi pasien.</span></p>2026-04-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dinda Aulia Zhafira, Khairil Anwar, Nursama Heru Apriantorohttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2146Integrasi Civic Discourse dalam PPKn di Sekolah Dasar: Studi Kasus Kualitatif Penalaran Kritis dan Tanggung Jawab Sosial2026-02-14T05:47:47+00:00Nur Cholifahcholifah@upgris.ac.idIntan Rahmawatiagoesq435@gmail.comAde Ricky Rozzaqizaqi@upgris.ac.idSiswanto Siswantosiswantokomed@gmail.com<p>Praktik dialog kewargaan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar masih cenderung terbatas, sehingga belum sepenuhnya mendukung pengembangan penalaran kritis dan tanggung jawab sosial peserta didik secara optimal. Kondisi tersebut berimplikasi pada rendahnya kualitas partisipasi siswa dalam diskusi kelas serta belum terbentuknya ruang belajar yang deliberatif dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana integrasi civic discourse diterapkan dalam pembelajaran PPKn di sekolah dasar serta kontribusinya terhadap penguatan penalaran kritis dan tanggung jawab sosial peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Subjek penelitian meliputi guru PPKn, peserta didik kelas IV dan V, serta kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan perangkat lunak MAXQDA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa civic discourse berperan penting dalam membangun ruang deliberatif di kelas, mendorong berkembangnya penalaran reflektif, memperkuat kemampuan siswa menilai dan menyusun alasan, serta menumbuhkan kesadaran sosial dalam interaksi belajar. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas dialog kelas tidak hanya ditentukan oleh strategi instruksional, tetapi juga oleh iklim sosial-emosional yang aman dan inklusif. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi memperkaya kajian empiris pendidikan kewargaan dengan menunjukkan bahwa civic discourse merupakan mekanisme pedagogis yang relevan untuk memperkuat pembelajaran PPKn dan pembentukan karakter kewargaan di jenjang sekolah dasar.</p>2026-03-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Tety Nur Cholifah, Intan Rahmawati, Ade Ricky Rozzaqi, Siswanto Siswantohttps://www.jurnal-id.com/index.php/jupin/article/view/2361Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Toba Dalam Penyelesaian Konflik Antara Perusahaan Toba Pulp Lestari Dengan Masyarakat Adat Natumingka2026-03-23T02:31:59+00:00Olivia Panjaitanolivia.panjaitan21@student.uhn.ac.idDimpos Manaludimpos.manalu@uhn.ac.idArtha Lumban Tobingartha.tobing@uhn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Toba Nomor 1 Tahun 2020 tentang pengakuan dan perlindungan Masyarakat Hukum Adat dalam penyelesaian konflik antara PT Toba Pulp Lestari dengan Masyarakat Adat Natumingka. Konflik tersebut berkaitan dengan klaim kepemilikan wilayah adat yang oleh masyarakat Natumingka dianggap sebagai tanah warisan leluhur yang telah dikelola secara turun-temurun, sementara wilayah tersebut termasuk dalam area konsesi perusahaan yang memperoleh izin dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemerintah daerah, masyarakat adat Natumingka, serta organisasi masyarakat adat. Analisis penelitian ini menggunakan teori Implementasi Kebijakan dari George C. Edward III yang menekankan empat faktor utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Toba Nomor 1 Tahun 2020 belum terlaksana secara maksimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh masih kurangnya komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan proses pengakuan terhadap masyarakat hukum adat sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Daerah tersebut. Selain itu, implementasi kebijakan juga terhambat oleh beberapa faktor lain, seperti minimnya sosialisasi kebijakan kepada masyarakat, keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah daerah, serta prosedur birokrasi yang cukup panjang dalam proses pengakuan masyarakat hukum adat.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Olivia Panjaitan, Dimpos Manalu, Artha Lumban Tobing