Penerapan Scientific Inquiry Dalam Mata Kuliah Pendidikan IPA SD Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir, Bekerja, dan Bersikap Ilmiah

Penulis

  • Tita Puspitasari PGSD, FKIP, Universitas Pamulang, Indonesia
  • Irma Sofiasyari PGSD, FKIP, Universitas Pamulang, Indonesia
  • Dede Rizki Saepullah PGSD, FKIP, Universitas Pamulang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2638

Kata Kunci:

Scientific Inquiry, Berpikir Ilmiah, Bekerja Ilmiah, Sikap Ilmiah, Mahasiswa PGSD

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konseptual, keaktifan, dan hasil belajar kognitif mahasiswa (hanya 38%) dalam perkuliahan konsep dasar IPA SD dominasi pembelajaran satu arah. Masalah tersebut memicu kesenjangan pada kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses sains, serta kejujuran dan rasa ingin tahu mahasiswa calon guru SD. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model Scientific Inquiry (inkuiri ilmiah) dalam meningkatkan tiga pilar literasi sains mahasiswa secara holistik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadopsi model Kemmis & McTaggart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus di program studi PGSD Universitas Pamulang pada semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan subjek sebanyak 20 mahasiswa. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data kuantitatif dan perilaku mahasiswa diperoleh melalui tes objektif berbasis HOTS, lembar observasi kinerja, rubrik keterampilan proses sains, dan angket sikap ilmiah. Penerapan model Scientific Inquiry terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan ilmiah mahasiswa dari Siklus I ke Siklus II. Dari total 20 responden, pada aspek berpikir dan bekerja ilmiah kategori "Sangat Baik" naik dari 10% (Siklus I) menjadi 35% (Siklus II) perubahan terjadi dari 2 menjadi 7 mahasiswa, serta kategori "Baik" naik dari 25% menjadi 45% dari 5 menjadi 9 mahasiswa. Sementara pada aspek sikap ilmiah, kategori "Sangat Aktif" melonjak dari 10% menjadi 40% dari 2 menjadi 8 mahassiswa , dan mahasiswa yang "Kurang Aktif" menurun drastis dari 50% menjadi hanya 5% berkurang dari 10 menjadi hanya 1 mahasiswa. Pembelajaran dengan model Scientific Inquiry dapat diaplikasikan secara kondusif, efektif meningkatkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah mahasiswa, serta berhasil menggali kreativitas calon guru dalam merancang proyek percobaan sains sederhana yang relevan untuk diterapkan di sekolah dasar.

Referensi

Azizah, L. N. (2025). Peningkatan Hasil Belajar IPA pada Materi Sistem Pernafasan Manusia dengan Metode Problem Based Learning. Quantum: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya, 5(1), 27-33.

Djufri, E., Septiani, D., & Hidayatullah, A. S. (2022). Analisis profil keterampilan berpikir kritis konsep sains mahasiswa PGSD. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 363-372.

Gultom, D. S. (2024). PEMAHAMAN MAHASISWA SEMESTER EMPAT TERHADAP MATERI GAYA DAN GERAK PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS 1. Lapak Jurnal, 1(1).

Maharani, A., & Muliati, E. (2025). Tinjauan Pustaka : Pengaruh Model Pembelajaran Inquiri Terhadap Peningkatan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains ( 2020-2025 ). 03(2), 96–112.

Mahrelin, M. (2025). Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri dan Problem-Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran IPA: Systematic Literature Review dan Meta-Analisis. MetaBio: Jurnal Pendidikan, 7(1).

Nuraisa, O., Purwati, S., Masitah, Jailani, & Kurniawati, Z. L. (2025). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POE TERHADAP SIKAP ILMIAH DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI MAN 1 SAMARINDA. Biocaster: Jurnal Kajian Biologi, 5(4), 879-892.

Paristiowati, M. (2025). Deep Learning sebagai Kerangka Pedagogis Pembelajaran IPA Adaptif Abad 21. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III, Universitas Sriwijaya.

Puka, R. D. K., Amus, A., & Dua, A. F. (2025). MEMBANGUN LITERASI SAINS SISWA SDI WOROPAPA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN YANG KREATIF PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA. Jurnal PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat), 3(1).

Putra, B. P. (2025). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa. Jurnal Kreativitas dan Inovasi (JKC), 12(1).

Sari, Rona Taula, & Angreni, Siska. (2021). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa PGSD dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Penuntun Pratikum Berbasis Inkuiri Terbimbing. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 9(1), 40-47.

Setianingrum, D. (2025). Analisis Kemampuan Literasi Sains pada Siswa Kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Malinau. Biopedagogia: Jurnal Universitas Borneo Tarakan, 7(1).

Siagian, G. S., Hidayat, P., Ichsan, & Yuliarsih, T. (2025). ANALISIS TINGKAT LITERASI SAINS MAHASISWA PGSD DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN KOMPETENSI. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02).

Sulistyaningrum, H., & Nuraida, D. (2023). Analisis Dan Desain Pengembangan Media Pembelajaran Power Point Berbasis Literasi Sains Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa. Jurnal Teladan: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pembelajaran, 8(2), 59–68.

Sugiyono. (2016). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. (Dikutip dari Siagian et al., 2025).

Wijaya, I. K. W. B., Sudatha, I G. W., Suartama, I K., & Santosa, M. H. (2025). Penggunaan Laboratorium Virtual dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA): Systematic Literature Review. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 8(2).

Zahra, I. R., & Anjani, N. (2025). Identifikasi Pemahaman Calon Guru SD Mengenai Inkuiri Ilmiah. Jurnal Pendidikan MIPA, 15(2), 793-802.

Diterbitkan

15-07-2026

Cara Mengutip

Puspitasari, T. ., Sofiasyari, I. ., & Saepullah, D. R. . (2026). Penerapan Scientific Inquiry Dalam Mata Kuliah Pendidikan IPA SD Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir, Bekerja, dan Bersikap Ilmiah . Jurnal Penelitian Inovatif, 6(3), 2455–2464. https://doi.org/10.54082/jupin.2638

Terbitan

Bagian

Pendidikan