Pengakuan dan Penyangkalan: Stigma dan Diskriminasi Penghayat Kepercayaan dalam Relasi Sosial di Wilayah Solo Raya
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2628Kata Kunci:
Stigma, Diskriminasi, Penghayat Kepercayaan, Erving Goffman, Prasangka, Solo RayaAbstrak
Penghayat kepercayaan di Indonesia masih menghadapi stigma dan diskriminasi meskipun telah memperoleh pengakuan hukum melalui Putusan Mahkamah Konstitusi dan Peraturan Presiden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk stigma dan diskriminasi yang dialami penghayat kepercayaan dalam relasi sosial di wilayah Solo Raya serta solusi untuk menghadapinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 12 informan yang terdiri dari penghayat kepercayaan dan pemuka agama di Solo Raya, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik pattern matching dan explanation building dari Robert K. Yin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap penghayat kepercayaan muncul dalam bentuk stereotip negatif seperti dianggap dukun, sesat, tidak diakui negara, hingga dikaitkan dengan PKI. Diskriminasi yang dialami meliputi candaan dan ejekan merendahkan, ketidakbebasan menunjukkan identitas secara terbuka, kesulitan administrasi kependudukan, dan keharusan mengikuti pendidikan agama resmi. Penelitian ini menemukan bahwa stigma dan diskriminasi dapat dianalisis melalui integrasi Teori Stigma Erving Goffman (tribal stigma, spoiled identity, discredited/discreditable stigma) dan Teori Prejudice Gordon Allport (skala prasangka). Solusi yang ditemukan mencakup penguatan toleransi sosial dan penegakan hukum yang berpihak pada penghayat kepercayaan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sosiologi agama dan keberagaman sosial di Indonesia, khususnya dalam memahami dinamika relasi antara kelompok minoritas kepercayaan dan masyarakat mayoritas.
Referensi
Allport, G. W. (1954). The Nature of Prejudice. Addison-Wesley Publishing Company.
Arbia, A., & Sugitanata, A. (2024). Integrasi Teori Stigma Erving Goffman terhadap Keadilan Sosial bagi "Good Looking" dan Diskriminasi untuk "Bad Looking.” Jurnal Darussalam: Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab, 4(1), 110–124.
Ardiansyah, A. (2022). Konsep Diri Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Mah Esa di Yayasan Cendekiawan Kampung Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 5(2), 112-125.
Ardiyani, V. M., & Muljohardjono, R. N. (2022). Ending Self Stigma pada Orang dengan HIV/AIDS. Jurnal Psikologi, 15(2), 112–125.
Arroisi, J., Badi, S., Perdana, M. P., & Mafaza, A. T. (2021). Problematika Aliran Kepercayaan dan Kebatinan sebagai Agama Asli Indonesia. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 6(2), 138–155.
Assyakurrohim, D., et al. (2022). Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 13(1), 1–9.
Ceprudin, & Sukmariningsih, R. M. (2024). Labeling PKI dan Dampaknya terhadap Pemenuhan HAM Penganut Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Jurnal Hukum dan Dinamika Masyarakat, 22(2).
Creswell, J. W. (2019). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di antara Lima Pendekatan. Pustaka Pelajar.
Dayanti, F., & Legowo, M. (2021). Stigma dan Kriminalitas: Studi Kasus Stigma Dusun Begal di Bangkalan Madura. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 5(2), 277–291.
Fakhrudin, A. (2022). Kepercayaan dan Perilaku Sosial dalam Masyarakat Kontemporer. Jurnal Sosial Budaya, 19(2), 45–58.
Goffman, E. (1986). Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity. Touchstone.
Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi: Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Pustaka Pelajar.
Hannan, A. (2022). Penganut Agama Kepercayaan dan Problem Kebebasan Berkeyakinan di Indonesia: Perspektif Sosiologi Agama. Mawa'izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 13(1), 1–26.
Islam, M. S. (2024). Eksistensi dan Dinamika Hukum Penghayat Kepercayaan di Indonesia. Jurnal Hukum dan Kebudayaan, 3(2), 145-158.
Kusumasari, V. Y., et al. (2025). Cultural Resilience of Kejawen Adherents in Surakarta. Ittishal Educational Research Journal, 6(1), 13–31.
Neysa, M. R., Aditya, A. K., & Nugroho, W. B. (2024). Stigma terhadap Individu Childfree pada Masyarakat di Kota Denpasar. Socio Political Communication and Policy Review, 1(4), 239–253.
Saputra, A. P., & Mustika, E. (2023). Kajian Kepercayaan Sapta Darma Serta Pandangan Masyarakat Dalam Perspektif Sosial dan Budaya di Kecamatan Mojosari. Social Science Educational Research, 4(1), 1-22.
Septiani, A.P. (2025). Stigmatisasi terhadap Korban Revenge Porn di Kolom Komentar Media Sosial [Skripsi, Universitas Kristen Indonesia]. Repositori Institusi UKI.
Trinugraha, Y. H., Saputro, R. ., & Yuhastina, Y. (2023). Proses Stigmatisasi pada Pengikut Penghayat Kepercayaan Pelajar Kawruh Jiwo di Kota Surakarta: Kajian teori Stigma Erving Goffman. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 9(1), 93–111.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fonita Intan Kumara, Kania Dini Pratiwi, Keisya Na’ila Kamilah, Kevin Avrilsyah Aziz, Mariana Dinda Saputri, Miftakhul Jannah, Muhammad Ibrah Yahya Al Mustaqim, Nadia Reivani Rosalba, Nanda Nur Aisyah, Theofilus Apolinaris Suryadinata

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



