Budaya Populer melalui Algoritma TikTok: Studi Tren "Kicau Mania" dari Indonesia ke Ranah Global
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2512Kata Kunci:
TikTok, difusi budaya, budaya populer digital, algoritma TikTok, Kicau ManiaAbstrak
Fenomena budaya populer digital di era kontemporer menunjukkan bagaimana TikTok berperan sebagai medium strategis dalam mempercepat difusi budaya lintas negara. Penelitian ini menganalisis tren Kicau Mania sebagai fenomena budaya lokal Indonesia yang memperoleh eksposur global melalui algoritma TikTok dan partisipasi aktif pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus terhadap tujuh video TikTok dari berbagai negara serta interaksi audiens berupa tayangan, komentar, dan tanda suka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kicau Mania, berakar dari lagu dangdut modern berbahasa Jawa menjadi tren budaya populer digital yang diadaptasi oleh pengguna di berbagai negara. Proses difusi berlangsung melalui reproduksi konten secara masif, kreativitas pengguna, dan dukungan algoritma For Your Page (FYP) yang memperluas jangkauan distribusi konten. Temuan menunjukkan bahwa algoritma TikTok berperan dalam mempercepat viralitas, sementara pengguna TikTok bertindak sebagai aktor non-negara yang mereproduksi dan menyebarluaskan budaya populer digital lintas batas. Dengan menggunakan perspektif difusi budaya yang merujuk pada pemikiran Everett M. Rogers, penelitian ini memperlihatkan bahwa penyebaran budaya berlangsung melalui saluran komunikasi digital yang intensif dan memungkinkan terjadinya adaptasi budaya dalam pelbagai konteks lokal. Media sosial, dalam hal ini TikTok, sekaligus berfungsi sebagai sarana diplomasi budaya digital yang membuka peluang bagi budaya lokal Indonesia untuk memperoleh pengakuan internasional.
Referensi
Aditama, P. S. (2026, Mei 2). Habitus Digital di TikTok: Membedah Viralitas “Joget Kicau Mania” dalam Budaya Populer Global. Media Mahasiswa Indonesia. https://mahasiswaindonesia.id/habitus-digital-di-tiktok-membedah-viralitas-joget-kicau-mania-dalam-budaya-populer-global/
Amir Hamzah, S. K., Abdul Aziz, A., & Mohamed, S. (2025). Behavioural Influence of TikTok’s Algorithm Recommendations on Users’ Engagement and Users’ Self-Persuasion. ESTEEM Journal of Social Sciences and Humanities, 9(1), 144–162. https://doi.org/10.24191/ejssh.v9i1.5637
Cheng, Z., & Li, Y. (2024). Like, Comment, and Share on TikTok: Exploring the Effect of Sentiment and Second-Person View on the User Engagement with TikTok News Videos. Social Science Computer Review, 42(1), 201–223. https://doi.org/10.1177/08944393231178603
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4. ed). SAGE.
Genk, N., Yaow 86, B., & BoyCord Music, B. M. (2026, Januari 22). KICAU MANIA - NDARBOY GENK x BANDITOZ YAOW 86 (OFFICIAL MUSIC VIDEO) GAS POL NDANGAK [Video recording]. https://www.youtube.com/watch?v=EngPsM8VnzM
@ginjiro_koyama, @ginjiro_koyama. (2026, Mei 23). Sudah Sampai ke Indonesia? [Video recording]. TikTok. https://vt.tiktok.com/ZSQNjNVEe/
Hamilton, P. (2026, Maret 13). What Is The “Scuba Dance” And Where Did It Come From? The Viral TikTok Dance Trend Explained. Know Your Meme. https://trending.knowyourmeme.com/editorials/guides/what-is-the-scuba-dance-and-where-did-it-come-from-the-viral-tiktok-dance-trend-explained
Haura, A. S., De Fretes, D., & Kustap, K. (2024). Musik Viral dalam Peningkatan Brand Awareness pada Konten TikTok. Ekspresi, 13(2). https://doi.org/10.24821/ekp.v13i2.14266
Iqbal, M., & Zahidie, A. (2022). Diffusion of innovations: A guiding framework for public health. Scandinavian Journal of Public Health, 50(5), 533–537. https://doi.org/10.1177/14034948211014104
Jin, D. Y. (2024). The rise of digital platforms as a soft power apparatus in the New Korean Wave era. Communication and the Public, 9(2), 161–177. https://doi.org/10.1177/20570473241234204
Kiram, S. (2023). GLOBALISASI BUDAYA MUSIK DANGDUT KOPLO MELALUI MEDIA TIKTOK (PENDEKATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA). Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial, 4(1), 84–95. https://doi.org/10.58326/jurnallisyabab.v4i1.163
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (Fourth Edition). SAGE.
Lee, J., & Umback, J. (2026). The viral turn: Rethinking virality in the creator economy on TikTok. Continuum, 40(2), 319–344. https://doi.org/10.1080/10304312.2026.2625794
Maheswara, R. (2026, Mei 1). Indonesia Jadi Negara Pengguna TikTok Terbanyak April 2026. Dataloka.id. https://dataloka.id/humaniora/6567/indonesia-jadi-negara-pengguna-tiktok-terbanyak-april-2026/
Malimbe, A., Waani, F., & Suwu, E. A. A. (2021). Dampak Penggunaan Aplikasi Online Tiktok (Douyin) Terhadap Minat Belajar di Kalangan Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado. JURNAL ILMIAH SOCIETY, 1(1). https://ejournal.unsrat.ac.id/v2/index.php/jurnalilmiahsociety/article/view/35815
Manesah, D. (2025). Algorithmic Cultural Mediation: TikTok as a Venue for Youth Identity Negotiation and Local Heritage Preservation in Southeast Asia. Asian Journal of Media and Culture, 1(2), 176–193. https://doi.org/10.63919/ajmc.v1i2.29
Mannell, K., & Smith, E. T. (2022). Alternative Social Media and the Complexities of a More Participatory Culture: A View From Scuttlebutt. Social Media + Society, 8(3), 20563051221122448. https://doi.org/10.1177/20563051221122448
@minifigjoe, @minifigjoe. (2026, Februari 22). Nick Wilde Scuba Cosplay at MegaCon Orlando [Video recording]. TikTok. https://vt.tiktok.com/ZSQNkmswx/
Nouvan, N. (2026, Februari 15). Indonesia Jadi Negara Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia 2025. Dataloka.id. https://dataloka.id/humaniora/4424/indonesia-jadi-negara-pengguna-tiktok-terbanyak-di-dunia-2025/
Nugroho, A. S. (2026, April 28). Makna Lagu Kicau Mania—Ndarboy Genk ft Banditoz Yaow 86, Tak Rumat Seka Piyik Tak Loloh Nganggo Jangkrik. Kabar Wonosobo. https://kabarwonosobo.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-15610170208/makna-lagu-kicau-mania-ndarboy-genk-ft-banditoz-yaow-86-tak-rumat-seka-piyik-tak-loloh-nganggo-jangkrik
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (Fourth edition). SAGE.
Risse-Kappen, T., Carlsnaes, W., & Simmons, B. A. (2013). Transnational Actors and World Politics. Dalam Handbook of international relations (2nd ed). SAGE Publications.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5. ed). Free Press.
Saputra, M. R. (2026). Digital Platform Control and State Pressure on TikTok Live During Social Protests. Smart: Journal of Media Communication and Social Dynamics, 1(1), 1–23.
Schellewald, A. (2023). Understanding the popularity and affordances of TikTok through user experiences. Media, Culture & Society, 45(8), 1568–1582. https://doi.org/10.1177/01634437221144562
Setiawan, A. (2026, Mei 25). Menggantang Algoritma Kicau Mania. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2026/05/25/14120231/menggantang-algoritma-kicau-mania?page=all
Setyowati, E., & Arsal, T. (2023). Penggunaan Media Sosial TikTok Terhadap Perilaku Imitasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 12(2), 240–258. https://doi.org/10.15294/solidarity.v12i2.76685
Shilfa, I., Purwanto, E., & Hanafiah, T. (2025). Globalisasi Budaya Pop Dalam Media Digital: Kajian Pada Platform Tiktok. SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi, 19(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30813/s:jk.v19i1.8327.g3261
Storey, J. (2024). Cultural Theory and Popular Culture: An Introduction (10 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003388890
Suherman, T. O. (2026, April 24). Mengenal Kicau Mania: Tren TikTok yang viral sampai ke Anton RIIZE. Hops.id. https://www.hops.id/hot/29417040580/mengenal-kicau-mania-tren-tiktok-yang-viral-sampai-ke-anton-riize
Winarno, S. (2026, Juni 5). Glokalisasi Kicau Mania. Malang Posco Media. https://malangposcomedia.id/glokalisasi-kicau-mania/
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (Sixth edition). SAGE.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Pijar Syiffa Aditama, Muhammad Surya Santoso, Ihsan Fadillah Putra, Rahayu Lestari, Regiana Revilia, Roby Rakhmadi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



