Tingkat Kepatuhan Pasien terhadap Pengobatan Hipertensi Berdasarkan Durasi Menderita Hipertensi di Puskesmas Tumbuan Kabupaten Seluma
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2509Kata Kunci:
hipertensi, kepatuhan pengobatan, lama sakit, MMAS-4, pasien hipertensiAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol serta mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien adalah lama menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi berdasarkan lama sakit di Puskesmas Tumbuan Kabupaten Seluma tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner MMAS-4 (Morisky Medication Adherence Scale). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien dengan lama sakit <5 tahun sebagian besar memiliki tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 25 responden (52,08%), kepatuhan sedang 17 responden (35,42%), dan kepatuhan rendah 6 responden (12,5%). Sedangkan pada pasien dengan lama sakit >5 tahun sebagian besar memiliki tingkat kepatuhan rendah sebanyak 22 responden (45,83%), kepatuhan sedang 16 responden (33,33%), dan kepatuhan tinggi 10 responden (20,83%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan durasi menderita hipertensi kurang dari 5 tahun lebih banyak berada pada kategori kepatuhan tinggi, sedangkan pasien dengan durasi menderita hipertensi lebih dari 5 tahun lebih banyak berada pada kategori kepatuhan rendah. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan gambaran tingkat kepatuhan berdasarkan durasi menderita hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan dukungan dari tenaga kesehatan serta keluarga untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi.
Referensi
Adolph, R. (2016). Gambaran Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Poli Jantung RS Santa Elisabeth Medan tahun 2024. Skripsi, 6(9), 1–23.
Ariskha, R., & Rusmalina, S. (2024). Gambaran Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Krapyak Kidul Periode Desember 2023. BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal, 3((01)). https://doi.org/10.31941/benzena.v3i01.4324
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. (2019). Profil kesehatan Kota Bengkulu tahun 2019. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. (2025). Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi Menurut Jenis Kelamin, Kecamatan, dan Puskesmas Kabupaten Seluma Tahun 2025. Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma.
Fauziah, D. W., & Mulyani, E. (2022). Hubungan Pengetahuan Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 2(2), 94–100.
Gama, I., Wayan, ketut I., & Iga, S. (2018). Faktor Penyebab Ketidakpatuhan Kontrol Penderita Hipertensi. Rnal Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar, 65–71. http://poltekkesdenpasar.ac.id/files/JurnalGemaKeperawatan/Desember2014/ArtikelIKetutGamadkk2.pdf
Juniarti, B., Setyani, F. A. R., & Amigo, T. A. E. (2023). Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi. Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al Ma’arif Baturaja, 8(1), 43–53. https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v8i1.205
Mimin, N. (2024). Hubungan Lama Sakit Dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Hipertensi Di Upt Puskesmas Pembangunan. Skripsi.
Prihatin, K., Fatmawati, B. R., Suprayitna, M., Keperawatan, P. S., & Pengobatan, K. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram, 10(2), 7–16.
Puspita. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penderita Hipertensi dalam Menjalani Pengobatan (Studi Kasus di Puskesmas Gunungpati Kota Semarang). Universitas Negeri Semarang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sari, N. N., Yuliana, D., Agata, A., & Febriawati, H. (2023). Faktor Karakteristik Responden yang Berhubungan dengan Manajemen Pengendalian Hipertensi. Jurnal Keperawatan, 15(1), 69–76. https://journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/117/512
Suwarso. (2015). Hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Salemba Medika.
Telaumbanua, A. C., & Rahayu, Y. (2021). Penyuluhan Dan Edukasi Tentang Penyakit Hipertensi. Jurnal Abdimas Saintika, 3(1), 119. https://doi.org/10.30633/jas.v3i1.1069
Tumundo, D., Wiyono, W., & Jayanti, M. (2021). Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kema Kabupaten Minahasa Utara. Pharmacon, 10(4), 1–8.
Wedri, N. M., Rahayu, V. M. E. S., & Astuti, N. W. I. A. (2017). Stres Pada Pasien Hipertensi. Jurnal Gema Keperawatan, 10(2), 123–129.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Carissa Chindy Putri Wulandari, Ikhsan Ikhsan, Tri Danang Kurniawan, Oky Hermansyah, Dwi Kurnia Putri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



