Visual Storytelling dalam Membangun Brand Affinity melalui Video Program Motul Wheels and Wonders New Zealand 2025

Penulis

  • Reza Achmad Noor Alfian Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia
  • Devi Wening Astari Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-1248-1046

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2450

Kata Kunci:

Brand Affinity, Konten Digital, Motul, Sinematografi, Visual Storytelling

Abstrak

Perkembangan media digital menuntut merek untuk tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun keterikatan emosional dengan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan elemen-elemen sinematografi terkait visual storytelling yang berperan dalam membangun brand affinity pada program Motul Wheels and Wonders New Zealand 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinematografi memiliki peran penting dalam membangun narasi visual yang mampu menyampaikan emosi, pengalaman, dan nilai merek kepada audiens. Elemen yang ditemukan diantaranya adalah: a) Komposisi visual yakni penggunaan rule of thirds dan framing untuk mengarahkan perhatian audiens; b) Pergerakan kamera seperti pan, tilt, dan tracking shot yang mendukung dinamika narasi; c) Pencahayaan, baik natural lighting maupun cinematic lighting untuk membangun atmosfer visual; d) Jenis pengambilan gambar (shot type), seperti wide shot, medium shot, dan close-up yang berfungsi dalam penekanan makna visual. Elemen tersebut secara sinematik meningkatkan kualitas storytelling. Menciptakan pengalaman menonton yang bermakna dan emosional, sehingga mampu memperkuat keterikatan audiens terhadap merek Motul. Konten yang dihasilkan berhasil memperoleh lebih dari 2 juta penayangan, yang menunjukkan tingginya atensi audiens. Konten yang dihasilkan dalam program ini tidak sekadar menampilkan produk, tetapi membangun narasi visual mengenai keandalan mesin, kebebasan berkendara, dan semangat petualangan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan visual storytelling berbasis sinematografi dapat menjadi strategi efektif dalam membangun brand affinity dan membangun hubungan emosional dengan audiens.

Referensi

Aditya, W. (2024). Brand Management in The Digital Era (Cetakan pertama). Eureka Media Aksara.

Belch, G. E., and Belch, M. A. (2018). Advertising and Promotion: An integrated Marketing Communications Perspective (11th ed.). McGraw-Hill Education.

Cahyadi, D. (2023). Editing dan Motion Graphic. Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar.

Dewi, R., and Helfi, Y. (2023). Analisis Pemasaran Digital: Strategi Konten Live Streaming untuk Memasarkan Produk Affiliate. Innovative Journal of Social Science Research, 3(4), 3400–3412.

El-Bassiouny, N. (2018). Brand Storytelling in The Digital Age: The Power of Emotional Narratives. In Advances in brand management (pp. 45–60). Springer Nature.

Arianto,Herry. (2026). Efektivitas Unsur Pembentuk Digital Video Marketing terhadap Viralitas dan Citra Destinasi Pariwisata Bali. Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan. 5 (11), p: 761-778

Kotler, P., and Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Sugianur, Joko., Nyura, Yusni., Bambang Cahyono. (2025). Implementasi Teknik Sinematografi dalam Visual Storytelling pada Konten Branding: Studi kasus Saqa Coffee. Jurnal Media Akademik, 4(2), 55–68.

Nicoli, F., Rizzi, A., and De Luca, M. (2021). Investigating Digital Storytelling for The Creation of Positively Engaging Digital Content. Journal of Digital Media Studies, 6(3), 101–115.

Noor Alfian, R. A. (2026). Sumber video penelitian [Video]. YouTube. https://youtu.be/6VCTknuaPOE

Pehulisa, K., and Rahmiaji, L. R. (2025). Analisis Resepsi Konten Soft Selling Berbentuk Parodi pada Produk Tenue de Attire di TikTok. Retrieved from https://fisip.undip.ac.id

Prasetya Putri, N. M. A., and Intentilia, A. A. M. (2025). Komunikasi Storytelling Konten Safari Pangus sebagai Pendekatan Soft Selling di Instagram. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi. https://doi.org/10.32509/dinamika.v11i2.6026

Rozaq, M., and Utami, R. N. (2023). Penggunaan Platform Video Pendek sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Digital untuk UMKM. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 21–30. https://doi.org/10.33366/jkn.v5i1.271

Sinuraya, Y. E. P., and Pratama, A. B. (2025). Pengaruh Soft-Selling Video Iklan Produk Marjan terhadap Niat Beli Konsumen melalui Perilaku Konsumen terhadap Iklan. Jurnal Bisnis dan Manajemen West Science, 4(3), 273–295.

Sugianur, J., Nyura, Y., and Cahyono, B. (2025). Implementasi Teknik Sinematografi dalam Visual Storytelling Film Pendek sebagai Media Branding Saqa Coffee. JMA, 3(8).

Sultanika, S. (2021). Sinematografi Film Pendek Yogyakarta. DESKOVI, 4(1), 23–29.

Suryana, P. (2025). Building a Strong Brand Image: The Role of Storytelling in Marketing. Journal of Economics, Communication, and Business Innovation (JECOMBI), 3(1), 1–12.

Suyanto, M. (2020). Teknik Editing Video untuk Media Digital. Andi Publisher.

Wibisono, Y. P., and Hetty, C. (2021). Pendampingan dan Pembuatan Konten Video untuk Mendukung Pemasaran melalui Media Sosial bagi UMKM Fashion. Jurnal Pengabdi, 4(2). http://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPLP2KM

Diterbitkan

07-06-2026

Cara Mengutip

Alfian, R. A. N., & Wening Astari, D. (2026). Visual Storytelling dalam Membangun Brand Affinity melalui Video Program Motul Wheels and Wonders New Zealand 2025. Jurnal Penelitian Inovatif, 6(2), 1899–1910. https://doi.org/10.54082/jupin.2450

Terbitan

Bagian

Artikel Bidang Umum