Representasi Ambisi Generasi Z dalam Film Home Sweet Loan: Analisis Semiotika Roland Barthes
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2444Kata Kunci:
Analisis Semiotika, Film, Gen ZAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ambisi Generasi Z dalam film Home Sweet Loan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan mengkaji beberapa adegan dan dialog kunci untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambisi dalam film ini tidak hanya dimaknai sebagai keinginan memiliki rumah, tetapi juga merepresentasikan perjuangan menghadapi keterbatasan ekonomi, tekanan sosial, serta dinamika relasi keluarga. Penelitian ini menemukan adanya pergeseran makna ambisi pada Generasi Z, di mana kepemilikan rumah tidak lagi sekadar kebutuhan dasar, melainkan menjadi bentuk upaya bertahan hidup (survival) di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. Ambisi individu juga tidak dapat dilepaskan dari faktor eksternal seperti keterbatasan pendapatan, meningkatnya harga properti, serta tuntutan keluarga dalam budaya kolektivistik. Dengan demikian, film ini merepresentasikan ambisi Generasi Z sebagai proses kompleks yang dibentuk oleh interaksi antara harapan dan realitas sosial.
Referensi
Alawyah, A. M., Info, A., & History, A. (2025). Penerimaan Generasi Z terhadap Peran Anak Bungsu sebagai Generasi Sandwich pada Film Home Sweet Loan. 8, 5926–5932.
Arum, Zahrani, D. (2023). Accounting Student Research Journal. 2(1), 59–72.
Azzahra, A. N., & Wiryany, D. (2025). REPRESENTASI KOMUNIKASI KELUARGA DALAM FILM HOME. 3(1).
Damayanti. (2023). JOB Vol. 19 (3) (2023) JURNAL ONLINE BARADHA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha. 19(3), 306–325.
Dkk, B. (2024). KARYA DEDY VANSOPHI. 4(April), 10–18.
Hona, T. E., & Dewi, N. (2024). PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL memiliki penghasilan sendiri cenderung keluarga. 20, 381–394.
Inaia, A., Haretri, D., Prabowo, D. P., Studi, P., Komunikasi, D., Komputer, F. I., Dian, U., & Semarang, K. (2025). Analisis Film “ Home Sweet Loan ” Terkait Isu Sosial Sandwich Generation menggunakan Teori Semiotika John Fiske. April.
Musimah, H. (2025). Menelaah Nilai - Nilai Kesabaran dan Keikhlasan dalam Film Home Sweet Loan Terhadap Pendidikan Karakter Islam. 1.
Muzahid Akbar Hayat, Sjaiful Jayadiningrat, Gunawan Wibisono, & Muhammad Iwu Iyansyah. (2021). Peran Media Sosial Dalam Komunikasi Politik. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 2(1), 104–114. https://doi.org/10.36418/jist.v2i1.61
Naha, R., & Naha, R. (2025). REPRESENTASI SELFLESSNESS PEREMPUAN. 11(September), 214–229.
Nurjanah, H. C. (2024). Pesan Moral dalam Film Love is Not Enough : Analisis Semiotika Roland Barthes. 5(3).
Safarudin, R., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. 3, 9680–9694.
Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitan Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Tanga, M. H., & Namang, K. W. (2025). Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film “ Dua Garis Biru ” ( Teori Roland Barthes ). 3(1), 129–140.
Weo, F. F., Mandaru, S. S. E., & Sanga, A. P. R. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film Pendek “ Tema Kotaku Kebanggaanku ” Roland Barthes Semiotics Analysis on Short Film “ Tema Kotaku Kebanggaanku .” 4(1), 183–193.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ketut Alit Pratiwi, I Gusti Agung Laksmi Swaryputri, Ni Made Novayanti, I Gusti Ayu Vira Septiari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



