Atmosfer dan Nostalgia dalam Ruang Pasar Bekas: Kajian Fenomenologi Budaya Terhadap Pengalaman Pengunjung Pasar Klitikan Yogyakarta

Penulis

  • Aninditya Ardhana Riswari Program Studi Seni Intermedia, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta, Indonesia
  • Febrian Putra Program Studi Fotografi, Jurusan Media Rekam, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia SurakartaIndonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2340

Kata Kunci:

Atmosfer, Fenomenologi Budaya, Nostalgia, Pasar Bekas, Studi Budaya Urban

Abstrak

Meningkatnya ketertarikan masyarakat urban terhadap pasar bekas menunjukkan bahwa ruang-ruang ini tidak lagi dipahami semata sebagai arena transaksi ekonomi, melainkan sebagai ruang pengalaman kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman fenomenologis pengunjung Pasar Klitikan Yogyakarta, menganalisis bagaimana atmosfer pasar dan objek-objek bekas membentuk pengalaman nostalgia, serta memahami pasar bekas sebagai ruang budaya urban alternatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka fenomenologi budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap pengunjung dan pedagang, serta dokumentasi terbatas. Analisis data dilakukan secara interpretatif melalui tahapan reduksi data, pengkodean, kategorisasi tema, dan penafsiran makna pengalaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa atmosfer pasar terbentuk melalui intensitas sensori, kepadatan ruang, dan interaksi sosial spontan yang menghasilkan pengalaman afektif khas. Objek-objek bekas berfungsi sebagai pemicu nostalgia dengan mengaktifkan ingatan personal dan kolektif melalui relasi tubuh, benda, dan ruang. Selain itu, praktik “melihat tanpa membeli” muncul sebagai praktik kultural yang didorong oleh rasa ingin tahu, pencarian narasi, serta kebutuhan sensori dan afektif.Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pasar Klitikan Yogyakarta merupakan ruang atmosfer dan nostalgia yang berperan penting dalam lanskap budaya urban. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kajian fenomenologi budaya dan studi budaya urban dengan menempatkan pasar bekas sebagai ruang produksi afeksi dan memori dalam kehidupan kota kontemporer.

Referensi

Carman, T. (2019). Merleau-ponty. Routledge.

Casey, E. S. (1984). Habitual body and memory in Merleau-Ponty. In Phenomenology and the human sciences (pp. 39-57). Dordrecht: Springer Netherlands.

Djufri, I. (2025). Kota yang Mengingat: Ruang, Waktu, dan Kesadaran Kolektif. PT. Revormasi Jangkar Philosophia.

Gahlings, U. (2022). Gernot Böhme (Dessau, 1937–Darmstadt, 2022). Synthesis philosophica, 37(1), 237-241.

Khafidz, A. M. (2023). Pedagang Pasar Tradisional: Makna Pasar, Motif, dan Perilaku Pedagang. Penerbit NEM.

Kurnia, M. N. I., & Khairulyadi, K. (2023). Perilaku Membeli Pakaian Bekas (Thrifting) Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan, Kota Bogor. Gema Kampus IISIP YAPIS Biak, 18(2), 117–126.

Kusadistya, S. (2025). Revitalisasi Pasar Klithikan Pakuncen sebagai Pasar Ekonomi Kreatif dengan Pendekatan Placemaking di Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Kusnad, H. K. N., & Ayuningrum, N. G. (2025). Ruang Produksi dan Ruang Leisure: Praktik Konsumsi Pasar Senthir Beringharjo. Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 1-9.

Kusumowidagdo, A., Kaihatu, T. S., Wardhani, D. K., Rahadiyanti, M., & Swari, I. A. I. (2019). Panduan penataan kawasan koridor pasar tradisional. Penerbit Universitas Ciputra.

Miller, D. (2007). Stone age or plastic age?. Archaeological dialogues, 14(1), 23-27.

Mudjiyanto, B., Yanuar, F., & Launa, L. (2025). Mal Sebagai Ruang Ketiga: Eksplorasi Perilaku Window Shopping Masyarakat Urban Kota. Jurnal Ilmu Komunikasi AKRAB, 10(02).

Putra, D. W. M., Kamila, I. F., & Salsabila, N. R. (2023). Perjalanan Kapitalisme Informal Pada Usaha Thrifting Melalui Interpretasi Mitos (Interaksionalisme Simbolik, Herbert Mead). JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 2(3), 244-254.

Rionaldi, R., & Gunawan, Y. (2020). ATMOSFER RUANG DI STUDIO AIR PUTIH@ BATUBATA, TANGERANG. Riset Arsitektur (RISA), 4(03), 288-305.

Sitepu, R. K. (2025). Neoliberalisme Homo Ekonomikus: Budaya Konsumersime Indonesia sebagai Bentuk Pendisiplinan Kapitalisme. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2), 237-250.

Stoller, N. (2003). Space, place and movement as aspects of health care in three women’s prisons. Social Science & Medicine, 56(11), 2263–2275.

Tjaya, T. H. (2022). Seri pemikiran: Merleau-Ponty dan kebertubuhan. Kepustakaan Populer Gramedia.

Wahiyah, I. R., Arifin, S., & Arasid, M. I. (2024). Strategi Bertahan Pedagang Barang Bekas Gang Rendah ditengah Maraknya Online Shop. Journal of Islamic Entrepreneurship and Business Research, 1(1), 33–44.

ZALZABILA, F. D. (2024). KONSTRUKSI MAKNA KOLEKSI MEDIA MUSIK ANALOG BAGI KOLEKTOR MUSIK (Studi Fenomenologi Alfred Schutz Mengenai Konstruksi Makna Koleksi Media Musik Analog Bagi Kolektor Pecinta Musik Pada Kolektif “Alunan Nusantara” di Kota Bandung).

Diterbitkan

19-04-2026

Cara Mengutip

Riswari, A. A., & Putra, F. (2026). Atmosfer dan Nostalgia dalam Ruang Pasar Bekas: Kajian Fenomenologi Budaya Terhadap Pengalaman Pengunjung Pasar Klitikan Yogyakarta. Jurnal Penelitian Inovatif, 6(2), 1151–1160. https://doi.org/10.54082/jupin.2340

Terbitan

Bagian

Artikel