Hubungan Beban Kerja dengan Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerja Sektor Telekomunikasi di Kota Makassar: Studi Kuantitatif dengan Desain Cross-Sectional
DOI:
https://doi.org/10.54082/jupin.2295Kata Kunci:
beban kerja, ergonomi, keselamatan dan kesehatan kerja, risiko kecelakaan kerja, sektor telekomunikasiAbstrak
Beban kerja merupakan salah satu faktor ergonomi yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, khususnya pada sektor dengan karakteristik pekerjaan berisiko tinggi seperti telekomunikasi yang memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan fisik dan mental yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan risiko kecelakaan kerja pada tenaga kerja operasional di salah satu perusahaan telekomunikasi di Kota Makassar. Dengan menggunakan desain cross-sectional, studi ini melibatkan 32 pekerja yang dipilih melalui teknik sampel jenuh (total sampling). Data primer dihimpun melalui kuesioner beban kerja yang mencakup 15 butir pernyataan dimensi fisik dan mental, serta lembar identifikasi risiko kecelakaan kerja yang terdiri atas 5 butir pernyataan spesifik. Instrumen tersebut telah dinyatakan valid (rhitung>0,349) dan reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,70). Analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa kelompok pekerja dengan beban kerja berat mayoritas berada pada kategori risiko kecelakaan tinggi (73,3%). Secara statistik, ditemukan hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p=.003) dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 12.83, 95% CI (2.36–69.65). Hasil ini menegaskan bahwa beban kerja yang berat meningkatkan probabilitas terjadinya kecelakaan kerja hingga 12,83 kali lipat dibandingkan beban kerja ringan atau sedang. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris pada literatur keselamatan kerja sektor telekomunikasi dengan mengonfirmasi bahwa variabel beban kerja merupakan prediktor determinan terhadap insiden lapangan, sehingga memperkuat urgensi integrasi aspek ergonomi dalam kebijakan sistem manajemen keselamatan di lingkungan kerja berisiko tinggi.
Referensi
Åkerstedt, T., Kecklund, G., & Axelsson, J. (2022). Impaired sleep after night work and its relation to fatigue and safety performance. Journal of Sleep Research, 31(2), e13503. https://doi.org/10.1111/jsr.13503
Alfidyani, K. S., Lestantyo, D., & Wahyuni, I. (2020). Hubungan Pelatihan K3, Penggunaan APD, Pemasangan Safety Sign, dan Penerapan SOP dengan Terjadinya Risiko Kecelakaan Kerja (Studi pada Industri Garmen Kota Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(4), 478–483. https://doi.org/10.14710/jkm.v8i4.27531
Anggun, & Jusriadi, A. (2025). Implementasi K3 dalam Teknik Konstruksi dan Properti di PT A. JESE (Journal of Engineering and Sustainable Environment), 4(1). https://doi.org/10.63916/jese.v4i1.340
Chen, Y., Wang, J., & Li, X. (2021). Mental workload, safety compliance, and occupational accidents: Evidence from operational workers. Safety Science, 139, 105261. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2021.105261
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan. (2025). Jumlah kecelakaan menurut klaim BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan.
Fan, J., Smith, A. P., & Chen, X. (2021). Workload, fatigue, and safety performance: A systematic review. Safety Science, 134, 105040. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2020.105040
Fauziyah, N., Kurniawan, B., & Hidayat, T. (2022). Hubungan beban kerja mental dengan insiden keselamatan kerja pada tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), 123–131. https://doi.org/10.7454/jki.v25i2.1350
International Organization for Standardization. (2018). ISO 45001:2018 Occupational health and safety management systems -- Requirements with guidance for use.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2025). Laporan Statistik Kecelakaan Kerja Tahun 2024.
Kementerian Ketenagakerjaan RI. (2018). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Kemenaker RI.
Kim, S., & Park, J. (2022). The effects of workload on safety participation and reporting behavior in high-risk industries. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(14), 8724. https://doi.org/10.3390/ijerph19148724
Li, H., Zhang, M., & Wang, D. (2024). Workload management and accident prevention: A risk-based approach in occupational safety. Journal of Safety Research, 88, 45–53. https://doi.org/10.1016/j.jsr.2023.11.004
Nielsen, K., Christensen, K. B., & Knardahl, S. (2023). Job demands, resources, and safety outcomes: A longitudinal study. Safety Science, 158, 105960. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2022.105960
Nishana, N. R., & Kanda, A. S. (2024). Evaluasi Program Keselamatan Kerja dan Implikasinya terhadap Kinerja Organisasi di Sektor Energi: Studi Kasus PT PLN GITET Saguling. Jurnal Bina Manajemen, 13(1), 65–74. https://doi.org/10.52859/jbm.v13i1.679
Pagau, J., & Anugrah, P. P. (2021). Analysis of the effect of human error on work accidents at PT. Indonesian Ship Industry using cross sectional method approach. Zona Laut: Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan, 2(2), 79–85. https://doi.org/10.62012/zl.v2i2.14369
Panjaitan, J. R., Hasibuan, B., & Sugiarto, S. (2025). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Manajemen Risiko K3 pada Proyek Pembangunan BTS. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(9), 3706–3713. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i9.61444
Rahmadani, A., Dewi, F. S., & Rizal, C. (2023). Hubungan Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Pekerja Fabrikasi A di PT. X Kota Batam Tahun 2023. Journal Occupational Health Hygiene and Safety, 1(2), 120–128. https://doi.org/10.60074/johhs.v1i2.9229
Rahmawati, D., Pratama, R., & Nugroho, S. (2023). Intervensi ergonomi dalam menurunkan kelelahan dan risiko kecelakaan kerja pada sektor industri. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 67–75. https://doi.org/10.30597/mkmi.v19i1.21045
Rahmawati, D., Suryani, D., & Lestari, Y. (2021). Hubungan beban kerja dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja industri manufaktur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(2), 65–72. https://doi.org/10.21109/kesmas.v16i2.4321
Sari, M. P., & Putra, A. R. (2021). Hubungan beban kerja dan kelelahan kerja dengan risiko kecelakaan kerja pada pekerja manufaktur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(3), 145–152. https://doi.org/10.21109/kesmas.v16i3.4123
Senjaya, M. N. A., Wahyuni, I., & Widjasena, B. (2020). Hubungan antara beban kerja mental dan durasi kerja dengan kejadian human error pada petugas Air Traffic Control (Studi kasus di Jakarta Air Traffic Services Center – Airnav Indonesia). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(5). https://doi.org/10.14710/jkm.v8i5.27943
Suma’mur, P. K. (2024). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Sagung Seto. https://pustaka.sagungseto.co.id/buku/hiperkes
Tarwaka. (2021). Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja (3rd ed.). Harapan Press.
Zhang, M., Fang, D., & Chen, Y. (2021). Impact of workload and time pressure on safety behavior and accidents in high-risk industries. Safety Science, 138, 105191. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2021.105191
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rahman Rahman, Muhammad Syahrir, Nunik Sulistyaningtyas, Karlyna Bte Muhammad, Satria Satria

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



