Interferensi Sintaksis Bahasa Alor pada Bahasa Indonesia oleh Penutur Alor

Penulis

  • Rifka Ismi Azizah Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Malla Jasmine Nada Faiza Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Aulin Hanani Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Aghnia Ilmi Dinya Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Redika Cindra Reranta Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2027

Kata Kunci:

Interferensi Sintaksis, Penutur Alor, Posesif, Struktur Frasa, Unsur Fatis

Abstrak

Penutur bahasa Alor yang menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks komunikasi formal maupun nonformal sering menunjukkan adanya interferensi sintaksis akibat dominasi bahasa pertama. Kondisi kedwibahasaan yang kuat menyebabkan pola struktur bahasa Alor terbawa ke dalam konstruksi bahasa Indonesia sehingga menghasilkan bentuk tuturan yang menyimpang dari kaidah baku. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk interferensi sintaksis yang muncul dalam tuturan bahasa Indonesia penutur Alor serta faktor yang melatarbelakanginya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan secara komprehensif bentuk interferensi sintaksis yang meliputi fenomena subjek pasca-verbal, struktur posesif, struktur frasa, dan unsur fatis, serta menjelaskan penyebab kemunculannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, pencatatan, perekaman, dan transkripsi terhadap tuturan dua penutur asli Alor yang berdomisili di Pekalongan, serta analisis data pendukung dari media sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat bentuk interferensi utama, yaitu penempatan subjek setelah predikat, penggunaan konstruksi posesif PR + punya + PM, penerapan pola frasa Diterangkan–Menerangkan, serta penyisipan partikel fatis seperti e dan na dalam tuturan bahasa Indonesia. Interferensi tersebut muncul karena transfer struktur bahasa pertama serta kebiasaan pragmatik penutur dalam berkomunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontak bahasa yang intens pada masyarakat dwibahasa berpengaruh signifikan terhadap struktur sintaksis bahasa Indonesia dan berdampak pada keefektifan komunikasi.

Referensi

Arie, I., Linguistik, P. S., Pascasarjana, P., Ilmu, F., Universitas, B., Utara, S., & Sd, I. I. I. (2018). Ungkapan Fatis Bahasa Indonesia Siswa SD Great.

Arsiwan. (2025). Journal of Language Studies. 1(1), 9–16.

Awra, A., Nst, B., Transliova, L., Manalu, O. L., & Azzahra, N. (2025). Analisis Kesalahan dalam Penggunaan Tata Bahasa Indonesia di Media Sosial dan Komunikasi Sehari-hari. 9(3), 119–123.

Firmansyah. (2021). Kajian Sosiolinguistik. 8(1), 46–59.

Hasibuan, N. H., Indonesia, T. B., Islam, U., & Sumatera, N. (2023). Interferensi Sintaksis Bahasa Mandailing Pada Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Indonesia. 3(2), 64–76.

Iskandar, I. (2023). Interferensi Bahasa Daerah Terhadap Pemakaian Bahasa Indonesia Siswa SDN Bulubonggu. 1968, 101–106.

Kokomaking, Y. O. (2023). Interferensi Struktur Frasa Bahasa Indonesia terhadap Penggunaan Struktur Frasa Bahasa Jerman dalam Karangan Siswa Kelas XII SMA Harapan Bhakti Makassar. 9(2), 1127–1143.

Kusumaningrum, N. L., Hidayah, E., Sari, V. W., Rhamadhan, S. D., Purwo, A., Utomo, Y., & Kesuma, R. G. (2023). Fungsi , Kategori , dan Peran Sintaksis Bahasa Indonesia dalam Kalimat Efektif Teks Cerita Anak yang Berjudul “ Berbeda Itu Tak Apa ” pada Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas Satu Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka. 1(2), 372–383.

Mayasari. (2024). Interferensi Pemakaian Bahasa Indonesia. 31–63.

Moeljadi, D. (2006). Possessive Verbal Predicate Constructions in Indonesian *. Sneddon.

Natalia, K., Nainggolan, F., & Simanjuntak, H. (2025). Pentingnya Sintaksis dalam Pembentukan. 11(April), 90–97.

Nurfajriani. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif.

Ovie, D. (2021). Cendekiawan. 3(2), 65–70. https://doi.org/10.35438/cendekiawan.v3i2.193

Poernomo. (2025). Pemanfaatan Media Sosial sebagai Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital. 03(01), 24–39.

Putrayasa, I. G. N. K. (2016). Jenis - jenis dan pola kalimat bahasa indonesia.

Rofingatun, S., Studi, P., Bahasa, P., Sastra, D. A. N., Budaya, F. I., & Brawijaya, U. (2017). Interferensi Bahasa Indonesia di Himpunan Mahasiswa Kebumen Semalang Raya : Kajian Sosiolinguistik.

Rohayati, A. S. (2023). Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Sosial : Kajian Sosiolinguistik pada Media Instagram. 1(1).

Sulistyono, Y. (2025). Dialectal Divergence in Alorese: Evidence from Lexical, Phonological, and Morphological Variation across Alor and Pantar. Linguistik Indonesia, 43(2), 243–261. https://doi.org/10.26499/li.v43i2.840

Tamansiswa, U. S. (2023). BAHTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. 4(2), 14–21.

Diterbitkan

30-11-2025

Cara Mengutip

Azizah, R. I., Faiza, M. J. N., Hanani, A., Dinya, A. I., & Reranta, R. C. (2025). Interferensi Sintaksis Bahasa Alor pada Bahasa Indonesia oleh Penutur Alor. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(4), 3339–3346. https://doi.org/10.54082/jupin.2027