Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok Menggunakan Permainan Ular Tangga untuk Menurunkan Tingkat Kesepian pada Pasien Isolasi Sosial di Rehabilitas Bina Laras Pasuruan

Penulis

  • Lianda Ayu Saputri Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • M. Rosyidul 'Ibad Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jupin.2013

Kata Kunci:

Isolasi Sosial, Terapi Aktifitas Kelompok (TAK), Ular Tangga

Abstrak

Isolasi sosial, yang dimunculkan dengan perilaku menarik diri, merupakan tantangan terbesar dalam praktik keperawatan jiwa karena menempati prevalensi tertinggi sebagai diagnosis. Kondisi ini sangat menonjol pada pasien dengan Gangguan Mental Berat (GMB), di mana perilaku menarik diri bertindak sebagai gejala inti yang secara signifikan menghambat kemajuan rehabilitasi dan pemulihan fungsional pasien. Meskipun peran terapi obat penting untuk mengontrol gejala utama, terapi medis ini menunjukkan keterbatasan yang jelas dalam mengembalikan fungsi psikososial, karena tidak dapat secara langsung mengajarkan klien keterampilan sosial dan komunikasi yang hilang. Dalam bidang keperawatan jiwa, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) diakui sebagai intervensi standar utama (gold standard) yang efektif untuk meningkatkan kemampuan sosial dalam lingkungan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan Terapi Aktivitas menggunakan Permainan Ular Tangga pada Pasien Isolasi Sosial di UPT Rehabilitas Bina Laras Pasuruan Metode Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Tunggal (A-B single subject design) deskriptif-kuantitatif digunakan. Subjeknya adalah Tn. D di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan. Tingkat kesepian diukur menggunakan Skala Kesepian UCLA Versi 3. Intervensi (TAK Ular Tangga Modifikasi) diberikan dalam 2 sesi. Data dibandingkan antara Fase A (Baseline) dan Pasca-Intervensi (B-Post). Hasil skor Baseline Tn. D adalah 51 (Kesepian Sedang), Setelah dua sesi TAK, skor Pasca-Intervensi menurun menjadi 45 (Kesepian Rendah). Penurunan 6 poin ini menunjukkan efektivitas klinis dan klien juga terlihat (ambivalensi skor item negatif), yang merupakan prasyarat penting pencegahan kambuh. Kesimpulannya TAK Ular Tangga Modifikasi efektif secara klinis, ditandai dengan penurunan skor 51 menjadi 45. Intervensi ini terbukti mengisi kekosongan fungsional psikososial yang tidak diatasi oleh terapi farmakologi.

Referensi

Azijah, A. N., & Rahmawati, A. N. (2022). Asuhan Keperawatan Penerapan Komunikasi Terapeutik Pada Klien Isolasi Sosial Di Rsjs Dr Soerojo Magelang. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(3), 5437–5446.

Dania, H., Faridah, I. N., Rahmah, K. F., Abdulah, R., Barliana, M. I., & Perwitasari, D. A. (2019). Hubungan Pemberian Terapi Antipsikotik Terhadap Kejadian Efek Samping Sindrom Ekstrapiramidal Pada Pasien Rawat Jalan Di Salah Satu Rumah Sakit Di Bantul, Yogyakarta. Indonesian Journal Of Clinical Pharmacy, 8(1). Https://Doi.Org/10.15416/Ijcp.2019.8.1.19

Khadiq, F.F, Slamet Wijaya, & Esti Nur Janah. (2024). Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Sdr. T Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial : Menarik Diri Akibat Skizofrenia Tak Terinci Di Ruang Gatotkaca Rsjd Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum, 2(3), 179–192. Https://Doi.Org/10.62027/Praba.V2i3.164

Fauzi Hendrawan, Fida Dyah Puspasari, & Sudiarto. (2025). Asuhan Keperawatan Gangguan Isolasi Sosial: Menarik Diri Dengan Fokus Tindakan Latihan. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (Micjo), 2(1), 640–646. Https://Doi.Org/10.62567/Micjo.V2i1.466

Khasanatil, M., & Ts, M. (N.D.). Makna Kesepian: Sebuah Kajian Tentang Psikologis Dan Spiritual. Https://Doi.Org/10.51192/Cons.V4i2.921

Pustaka, T., Aynaya Mailyn, Y., & Zulaikha, A. (2025). Galenical Is Licensed Under A Creative Commons Attribution-Sharealike 4.0 International License Terapi Psikososial Pada Skizofrenia (Vol. 4, Issue 1).

Sapitri, A., Fitri, N., Mardiana, N., & Sari, I. P. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perawatan Keluarga Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj). Journal Of Nursing Science Research, 1(2), 83–94.

Susanty Johanis, F., Tarigan, E., Program Studi Magister Keperawatan Stik Sint Carolus Jakarta, M., & Program Studi Magister Keperawatan Stik Sint Carolus Jakarta, D. (2024). Pengaruh Kecerdasan Emosionalterhadap Komunikasi Interpersonal Perawat Dengan Pasien : Literatur Review. In Jurnal Penelitian Keperawatan Medik (Vol. 7). Http://Ejournal.Delihusada.Ac.Id/Index.Php/Jpmph

Suwarni, S., & Rahayu, D. A. (2020). Peningkatan Kemampuan Interaksi Pada Pasien Isolasi Sosial Dengan Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Sesi 1-3. Ners Muda, 1(1), 11. Https://Doi.Org/10.26714/Nm.V1i1.5482

Wibawa Sakti, D., Yosep, I., Maulana, I., Studi Profesi Ners Fakultas Keperawatan, P., Padjadjaran, U., Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, D., & Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan, D. (2023). Social Skills Training Therapy To Reduce Symptoms Of Social Isolation In Affective Schizophrenia Patients : A Case Study (Vol. 2, Issue 7).

Diterbitkan

30-11-2025

Cara Mengutip

Saputri, L. A., & ’Ibad, M. R. (2025). Efektivitas Terapi Aktivitas Kelompok Menggunakan Permainan Ular Tangga untuk Menurunkan Tingkat Kesepian pada Pasien Isolasi Sosial di Rehabilitas Bina Laras Pasuruan. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(4), 3365–3372. https://doi.org/10.54082/jupin.2013